Kulit yang asalnya hitam atau sawo matang bisa diputihkan dengan suntik vitamin C. Mungkin sebagian perempuan mempercayai pendapat itu. Tetapi, Anda harus tahu, pendapat tersebut termasuk satu di antara sekian banyak “salah kaprah” yang terlanjur berkembang di masyarakat.

menurut dr Marina Haroen SpKK, spesialis kulit dan kelamin di RSAL Surabaya, suntik intravena vitamin C tidak memutihkan kulit, namun hanya dapat mencerahkan kulit. “Banyak masyarakat yang salah kaprah sehingga menggunakan vitamin C secara berlebihan,” paparnya.

Marina mengungkapkan bahwa vitamin C sebenarnya berguna sebagai antioksidan.Karena itu, jika seseorang mengonsumsi vitamin C, kulitnya akan terlihat lebih cerah dan segar. Di samping itu, vitamin C dapat memudarkan kerutan karena mempunyai efek pembentukan kolagen pada kulit.Vitamin C juga bisa dioleskan pada wajah untuk mengurangi vlek di wajah.

Dijelaskan, vitamin C dapat menghambat munculnya enzim tyrosinase. Enzim itulah yang memacu pigmen kulit. “Kalau jumlah enzim tersebut semakin banyak, kulit akan semakin gelap, “paparnya. Dengan memakai vitamin C, kulit akan semakin segar dan lebih cerah.

“Namun tidak bisa langsung cerah, paparnya. Marina mengungkapkan bahwa idealnya vitamin C itu disuntikkan empat pekan sekali. Kulit biasanya akan cerah setalah menggunakan vitamin C sekitar empat hingga enam bulan. Cerahnya kulit biasanya akan maksimal seperti kulit dalam area lengan V bagian dalam. Hasilnya berbeda, bergantung kulit setiap orang.

Lulusan FK Unair tersebut mengungkapkan bahwa masyarakat tidak bisa begitu saja menyuntikkan vitamin C ke tubuhnya. “Harus dilakukan oleh dokter,”paparnya. Sebab, konsentrasi vitamin itu cukup pekat. Dengan begitu, vitamin harus diencerkan terlebih dahulu.

Vitamin C tidak bisa langsung dimasukkan ke pembuluh darah begitu saja. Sabab, vitamin C yang banyak mengandung asam askorbat bersifat iritan. Karena itu, jika langsung dimasukkan ke pembuluh darah, biasanya pembuluh darah akan langsung mengalami iritasi. “Elastisitas pembuluh darah akan berkurang dan kaku,” paparnya. Akibatnya, terjadi parut disekeliling pembuluh darah.

Tubuh juga tidak bisa menampung cukup banyak vitamin. Dia menuturkan bahwa tubuh setidaknya bisa menampung maksimal 1.000 mg dalam tubuh. “Jadi, kalau disuntikkan lebih dari itu, pasti akan terbuang dan sia-sia,” tuturnya.

Selain itu, vitamin C bisa mengendap di ginjal dan menjadi batu ginjal. Karena itu, pada pasien dengan riwayat batu ginjal harus lebih diperhatikan.

Konsumsi vitamin C dengan disuntikkan ke tubuh, khususnya pada pembuluh darah, memang lebih cepat diserap tubuh daripada konsumsi oral. Vitamin C yang kebanyakan asam juga tidak baik untuk lambung.

Sri Inti Purwanti, ahli gizi di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya, menyebut cukup banyak buah yang mengandung vitamin C. Misalnya, Jeruk, tomat dan pepaya. Khusus lombok (cabe) sebenarnya juga memiliki vitamin C yang cukup besar. Namun, karena rasa pedasnya, yaitu mengandung capsaicin, lombok tidak dianjurkan lantaran bsia mengganggu pencernaan jika dkonsumsi berlebihan.

Dia menyarankan agar setiap hari makan buah. Dan lebih baik buah yang diblender, selain tidak mudah kenyang dan gampang dikonsumsi, jumlah buah yang dikonsumsi akan semakin banyak. Vitamin C bersifat asam dan sebagai antioksidan serta menjaga daya tahan tubuh. Jika kekurangan vitamin C, orang akan gampang sakit, kulit akan kasar, dsb. Menurut Sri, vitamin C bukanlah pemutih kulit. Namun, vitamin C bisa membantu pembentukan sel-sel lagi sehingga terlihat segar dan semakin cerah.

Selain itu, vitamin C mudah rusak jika terkena panas. Karena itu, tidak dianjurkan untuk menyajikan makanan yang mengandung vitamin C dalam keadaaan panas, lebih baik segar. Jika panas, vitamin C-nya akan berkurang sehingga akan sia-sia jika dikonsumsi.

Tentang Injeksi Vitamin C

Kandungan: Asam Askorbat; Peran: Antioksidan; Fungsi: Mencerahkan Kulit; Penyuntikan: Sebulan sekali; Efek Samping: Bersifat Iritan, Mengganggu Pembuluh darah.

Enam Besar Buah Kaya Vitamin C


1.       Jambu Biji

Kandungan vitamin C: 183 mg/100 g

Anjuran konsumsi sehari: satu buah sedang

Fungsi lain: menaikkan trombosit, sumber vitamin A

2.       Kiwi

Kandungan vitamin C: 100 mg/100 g

Anjuran konsumsi sehari: 1-2 buah sedang

Fungsi lain: antioksidan

3.       Kelengkeng

Kandungan vitamin C: 84 mg/100 g

Anjuran konsumsi sehari: satu buah sedang

Fungsi lain: antioksidan karena mengandung betakaroten

4.       Stoberi

Kandungan vitamin C: 65 mg/100 g

Anjuran konsumsi sehari: delapan buah

Fungsi lain: Sumber vitamin A

5.       Pepaya

Kandungan vitamin C: 62 mg/100 g

Anjuran konsumsi sehari: 2-3 potong sedang

Fungsi lain: melancarkan fungsi pencernaan

6.       Jeruk

Kandungan vitamin C: 53 mg/100 g

Anjuran konsumsi sehari: 2-3 buah sedang

Fungsi lain: kaya serat dan kulitnya bias digunakan untuk menghalau nyamuk.

(Sumber: Jawa Pos)