Ketika sedang asyik mengerjakan tugas, komputer atau laptop bisa saja mati atau restart mendadak. Tentu kejadian itu sangat menjengkelkan sekali. Bagi yang awam komputer, kejadian itu membuat bingung. Ada juga yang menduga-duga, kira-kira apa yang terjadi. Ada beberapa penyebab dan cara mengatasi komputer yang restart sendiri.

Hal utama yang harus diperiksa adalah listrik, yakni voltase atau tegangannya. Untuk mengecek ini, gunakan avometer. Tegangan listrik ini harus mencapai 220 V. Jika tidak mencapai atau naik turun sekitar 160 V – 190 V, bisa dipastikan komputer akan restart terus menerus. Suplai listrik yang kurang ini akan menyebabkan komputer restart atau mati dan berdampak pada kerusakan hard disk, motherboard, memori, atau perangkat keras lainnya. Sebagai solusinya, Anda bisa menambah stabilizer atau stavolt.

Kerusakan power supply bisa sebagai penyebab komputer mati. Power Supply yang rusak akan mengalirkan listrik tidak sempurna, yaitu naik-turun dan tersendat-sendat. Ketika tegangan turun, komputer akan restart. Solusinya, dengan mendeteksi tagangan ini dengan memasang kipas yang berlampu. Jika lampu terkedip-kedip, menunjukkan power supply perlu diganti. Bila tidak ada masalah dengan kelistrikan pada komputer yang selalu restart, bisa jadi disebabkan karena faktor lain.

Restart pada saat booting Windows, misalnya, ini lebih disebabkan adanya kerusakan pada sistem start up. Istilahnya file corrupt pada Windows. Bila Windows rusak, maka komputer harus instalasi ulang.

Restart juga bisa karena memori kurang besar atau rusak. Saat Windows restart, CPU atau processor akan bekerja keras, jika memori tidak menunjang akan terjadi restart. Komputer restart sering terjadi saat menjalankan program atau bermain game. Saat menjalankan aplikasi yang besarnya tidak sesuai dengan spesifikasi komputer, bisa terjadi restart. Dan, memori rendah yang biasa menjadi penyebabnya.

Sebagai contoh, saat maen game berkapasitas besar, saat itu pula dijalankan multi tasking, dengan membuka program lain yang menyebabkan memori bekerja ekstra keras. Banyak program yang diinstal akan memakan source komputer terlalu besar. Ini juga membebani kerja komputer. Untuk itu sesuaikan program yang diinstal dengan spesifikasi komputer Anda.

Virus juga sering mengambil sumber daya komputer besar. Maka pilihlah komputer yang mumpuni dan pasanglah antivirus yang sesuai kapasitas komputernya. Processor terlalu panas juga dapat menyebabkan komputerrestart. Maka cek suhu komputer pada sistem BIOS. Suhu normal berkisar 45 – 55 derajat celcius. Jika ini menjadi penyebabnya, maka lepas processor, bersihkan dengan memberikan thermal pasta atau pasta pendingin CPU. Lihat kipasnya, kalau perlu diganti dengan yang lebih bagus.

Dengan mengetahui beberapa penyebab komputer restart sendiri dan solusinya, diharapkan ketika hal itu terjadi bisa segera teratasi. (sumber: suara merdeka)

Iklan