Tanaman Pare (Momordica Charantina L) banyak tumbuh di daerah tropis. Tumbuhan herbal ini tumbuh baik di dataran rendah. Tanaman herbal pare tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang agak terlindung. Ada sederetan nama tanaman pare, misalnya paria, parea, kembeh, paya, pudu, pentoe, neleng-gede, pania, pepule, kakariano dan taparipong.

Pare tergolong tanaman semak semusim, yang hidupnya menjalar atau merambat, dengan julur yang berbentuk spiral. Daunnya tunggal berbulu, berbentuk lekuk tangan dan bertangkai sepanjang 10 cm. Bunganya berwarna kuning muda. Batangnya jika masih muda berbulu agak kasar, namun setelah tua gundul, warna batang hijau. Buahnya bulat telur memanjang, warnanya hijau, kuning, sampai jingga, dan rasanya pahit. Biji keras dengan warna cokelat kekuningan. Meski dari sisi rasa pahit, namun tanaman yang bisa dibuat sayuran ini memiliki banyak khasiat.

Berikut ini beberapa khasiat tanaman herbal pare (buah, daun, akar) sebagai obat:

Khasiat Buah Pare:

Disentri: sediakan buah pare segar, cuci lalu potong-potong, tambahkan 1/4 gelas air bersih, lalu blender, seduh dan peras. Minum 2x sehari.

Kencing Manis: 2 buah pare dicuci dan dilumatkan. Tambahkan 1/2 gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan, selama 2 minggu.

Memperlancar ASI: 1 buah pare dicuci bersih, lalu rebus beberapa menit. Lalu dijadikan sebagai lalapan.

Bisul: buah pare dipakai sebagai obat luar. Ambil satu buah pare segar lantas dikematkan. Ulaskan pada bagian yang terkena bisul.

Bronkitis: 2-3 buah pare, ambil sarinya, tambahkan 1 sdm madu, minum sehari sekali selama 3 bulan.

Khasiat Daun Pare:

Penyubur Rambut Anak: ambil beberapa helai daun pare segar, cuci bersih lalu remas-remas. Oleskan ke kulit kepala anak.

Batuk: pilih 7 helai daun pare segar, seduh dengan 2 sendok makan (sdm) air bersih. Peras dan saring. Minum 2 x sehari.

Penyakit Kulit: buat 1 cangkir sari daun pare. Caranya, ambil 3 helai daun pare ditambah 1,5 cangkir air. Didihkan dan peras. Campur air perasan berupa sari ini dengan 1 sdm air jeruk. Minum 1x dalam sehari.

Cacing Kremi: satu genggam daun pare diberi 1/4 air bersih, lalu blender. Saring dengan kain kasa, jika perlu tambahkan sedikit garam, gula aren secukupnya, dan jeruk nipis. Minum sekali sehari 1/4 cangkir. Lakukan selama seminggu.

Rabun Malam: sari daun pare dioleskan di sekitar mata.

Penambah ASI: sediakan 2 daun pare lalu panaskan beberapa saat. Kompreskan pada payudara.

Demam Nifas: ambil 3 daun pare segar, cuci bersih dan lumatkan, tambahkan sedikit air dan sedikit garam lalu seduh. Peras dan saring. Minum 2x sehari sebanyak 1/2 gelas.

Kencing Nanah: 6 lembar daun pare, 2 jari akar jayanti, 2 jari kulit kamboja, 1 jari rimpang temulawak, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4,5 gelas air bersih, sampai tersisa 2  1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3x 3/4 gelas.

Khasiat Akar Pare:

Disentri Amoeba: ambil segenggam akar pare, tambahkan segelas air bersih, didihkan dan peras. minum 1x dalam sehari.

Ambeien: akar pare dicuci bersih, lantas dilumatkan. Oleskan ramuan ini pada ambeien.

Demikian beberapa khasiat yang bisa kita manfaatkan dari pare sebagai alternatif dari pengobatan tradisional. Semoga bermanfaat. (sumber: Hadila Magz)

Iklan