AC Milan menjalani laga perdana champions league musim 2011 – 2012 di grup H dengan melawat ke kandang Barcelona di Camp Nou. AC Milan bermain tanpa di perkuat Robinho dan Ibrahimovic yang cedera saat latihan pagi hari menjelang laga. Tanpa kehadiran Ibra di lini depan, Milan sangat rug sebenarnya, karena pemain ini notabane-nya adalah nyawa Rosonerri menurut pelatih Allegri. Skema Allegri saat meladeni Barca, adalah menduetkan Ibra dengan Pato. Tapi kemudian Allegri memasangkan Pato dengan Antonio Cassano dengan penyerang lubang Prince Boateng.

Kick Off babak pertama dimulai, pertandingan baru memasuki menit ke- 1, AC Milan sudah mengagetkan seisi stadion Camp Nou beserta para pemain Barca. Gol cepat yang bukukan Alexandro Pato berawal dari tengah lapangan, menerima umpan pendek dari Prince Boateng, Pato menyontek bola dengan cepat melalui tiga bek Barca, Sprint Pato tidak bisa di imbangi para pemain Barca. Saat berhadapan dengan Victor Valdes, Pato mencocor bola melewati kedua kaki Valdes, bola deras menghujam gawang Barca. 1-0 Milan unggul.

Unggul 1-0, tidak bisa membuat permainan Milan lebih agresif dan menguasai pertandingan. Justru Barca-lah yang dominan sepanjang 90 menit waktu normal pertandingan. Alhasil, para pemain Milan hanya bertahan di daerah pertahanannya yang sesekali mengandalkan serangan balik, tapi hal itu pun juga tidak membuahkan hasil. Setiap pemain Milan menguasai bola, bola pun cepat hilang dan kembali dikuasai oleh para pemain Barca. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan klub terbaik dunia itu (Barca) tidak dapat menembus pertahanan rapat yang diterapkan barisan pertahanan Milan yang dikomandoi Nesta. Berulangkali determinasi dan pergerakan dengan atau tanpa bola yang dilakukan Barca selalu mentah di barisan belakang Milan. Namun, beberapa kali juga Barca mendapat peluang membuat gol dan pemain terakhir Milan lah (Abbiati) yang menjadi tembok kokoh dalam menahan gempuran para pemain Barca.

Tercatat empat kali peluang emas di peroleh Messi. Yang pertama pada menit ke-13, tendangan kaki kirinya dari luar kotak penalti masih dapat ditepis dengan sangat baik oleh Abbiati. Kedua, melalui tendangan bebas di menit ke-18, sepakannya membentur mistar gawang. Ketiga, sodoran apik dari Daniel Alves, gagal di manfaatkan dengan baik, sepakannya masih mampu di blok oleh Abbiati. Dan peluang keempat di menit ke-29, lagi-lagi Abbiati membuktikan kepiawaiannya di bawah mistar gawang, tendangan keras Messi dapat diantisipasi dengan mudah dan tanpa mengalami kesulitan.

Pada menit ke-33, Prince Boateng digantikan oleh Ambrosini. Masuknya Ambrosini tidak dapat merubah skema permainan Milan dari gempuran pemain-pemain Barca. Serangan yang bergelombang, tidak mampu lagi di bendung. Gawang Abbiati bobol juga oleh Pedro Rodriquez. Berawal dari tusukan Messi ke jantung pertahanan Milan dengan melewati Nesta dan terkawal oleh Abbiati di sisi kanan gawang, Messi masih dapat melepas umpan ke tengah, Pedro yang berdiri bebas tanpa pengawalan (yang seharusnya di kawal Zambrotta) dengan sangat mudah menceploskan bola ke gawang Abbiati. Skor 1-1 tidak berubah hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Allegri memasukkan Aquilani dan Emanuelsen yang menggantikan Cassano dan Van Bommel, namun permainan Rosonerri tidak banyak berubah seperti pada babak pertama. Pengusaan bola dan lapangan masih di kuasai para pemain Barcelona. Dengan ditariknya Cassano, otomatis Pato bekerja sendirian di depan.

Permainan Milan benar-benar hanya bertahan total. Pressing ketat yang diperagakan Barca membuat para pemain Milan sering terburu-buru dalam melakukan passing sehingga permainan Milan tidak dapat berkembang.

Gol kedua Barca lahir bukan dari skema serangan yang murni. Gol dari David Villa yang membuat unggul Barca 2-1 dari Milan lahir lewat free kick. Wasit menghadiahi free kick kepada Barca karena menganggap Cassano melanggar keras Pedro.

Hingga 90 menit waktu normal, Barca masih unggul 2-1 dari AC Milan. 99% kemenangan sudah digenggam Barca. Tapi, 1% sisanya adalah senyum kehebatan Milan. Tim dengan mental juara adalah tidak putus asa sebelum peluit berbunyi panjang. Tersisa tiga menit injury time, AC Milan berusaha mendobrak pertahanan Milan. Kesalahan Guardiola memasukkan Puyol yang menggantikan Keitha membuat Milan membawa pulang satu angka.

Berawal dari pressing Abate terhadap Puyol yang menguasai bola di pertahanannya sendiri, Milan mendapat sepak pojok untuk yang kedua kalinya sepanjang pertandingan. Kesempatan terakhir ini tidak disia-siakan oleh Milan. Sepak pojok dieksekusi oleh Clarence Seedorf. Bola mengarah ke Tiago Silva, dikawal dua pemain Barca, Silva memenangi duel udara, tandukan keras pemain Brazil ini menghujam deras ke arah kanan gawang yang tidak dapat di antisipasi oleh Valdes. Skor 2-2 bertahan sampai peluit panjang berbunyi.

Susunan pemain

Barcelona: Valdes; D Alves, Mascherano, Busquets, Abidal; Keita (Puyol 67), Xavi, Iniesta (Fabregas 39); Villa (Afellay 83), Messi, Pedro

AC Milan: Abbiati; Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta; Nocerino, Van Bommel (Aquilani 77), Seedorf; Boateng (Ambrosini 33); Cassano (Emanuelson 61), Pato

Statistik Pertandingan

Barcelona

 

AC Milan

15

Tendangan Melenceng

3

7

Tendangan ke Gawang

3

1

Penyelamatan

5

11

Sepak Pojok

2

5

Offsides

2

69%

Penguasaan Bola

31%

 

Hasil Pertandingan Selengkapnya

Status Home Score Away Stage Venue
FT Chelsea 2 – 0 Bayer Leverkusen Group E Stamford Bridge
FT KRC Genk 0 – 0 Valencia Group E Cristal Arena
FT B. Dortmund 1 – 1 Arsenal Group F Signal Iduna Park
FT Olympiakos 0 – 1 Marseille Group F Karaiskaki Stadium
FT Apoel Nicosia 2 – 1 Zenit St. Petersburg Group G Neo GSP Stadium
FT FC Porto 2 – 1 Shaktar Donetsk Group G Estadio do Dragao
FT Barcelona 2 – 2 AC Milan Group H Camp Nou
FT Viktoria Plzen 1 – 1 BATE Borisov Group H Synot Tip Arena

Iklan