Kemenangan 4-3 atas Turkmenistan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi para punggawa tim nasional Indonesia. Hasil tersebut memang berhasil menghantarkan pasukan merah putih lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Namun, dibalik kesuksesan tersebut masih banyak PR yang harus segera di kerjakan oleh pelatih Wim Rijsbergen sebelum mengarungi persaingan yang lebih ketat.

PR yang paling mencolok adalah yang berkaitan dengan stamina para pemain. Firman Utina dkk belum mampu bermain dengan tenaga penuh selama 90 menit waktu normal. Hal itu terlihat sangat jelas sekali saat mereka melawan Turkmenistan di Gelora Bung Karno, Jakarta tadi malam.

Karena stamina para pemain Indonesia drop, Turkmenistan dengan mudah berhasil menyarangkan tiga gol tambahan pada menit ke-70 (gol bunuh diri M. Nasuha),  ke-83 dan ke-86. Padahal, saat itu Turkmenistan sudah tinggal bermain dengan sepuluh orang setelah Bahtiyar Hojaahmedov dihukum kartu merah oleh wasit asal Australia pada menit ke-78.

Jika satu gol lagi dapat dicetak oleh tim tamu, Indonesia harus gigit jari dan meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk, karena dengan skor 4-4, Turkmenistan berhak lolos ke putaran ketiga karena unggul agregat gol di kandang lawan, sebab pada laga away di Ashgabat, Indonesia hanya membawa hasil draw 1-1.

Tapi dari itu semua pastinya kemenangan ini membawa asa baru bagi pecinta sepakbola di Tanah Air bahwa timnas Indonesia masih punya peluang bangkit dan berprestasi ke depannya, setelah polemik berkepanjangan pada rezim Nurdin Halid.

Apapun harapan tentunya pasti ada dan dibarengi usaha keras serta kuasa Tuhan, bukan tak mungkin empat tahun lagi kita akan melihat lagu Indonesia Raya berkumandang bersama 31 negara peserta Piala Dunia lainnya.

Namun demikian harus diingat jalan menuju ke sana masihlah panjang, karena setelah lolos dari hadangan Turkmenistan, ‘Pasukan Garuda’ harus berjibaku dengan 19 negara Asia lainnya di babak ketiga yang menggunakan sistem grup.

Dengan peringkat FIFA terakhir yakni 137, Indonesia berada di Pot 4 bersama Korea Utara, Thailand, Singapura dan Lebanon. Dari undian yang akan dilaksanakan di Rio De Janiero, 31 Juli besok, Indonesia punya kans berada satu grup dengan raksasa-raksasa Asia.

Di Pot 1 ada Jepang, Australia, Korea Selatan, Iran dan China. Sementara di Pot 2 ada Uzbekistan, Qatar, Jordania dan Arab Saudi. Sementara itu di Pot 3 ada Bahrain, Suriah, Oman, Irak dan Uni Emirat Arab.

Babak ketiga kualifikasi PD 2014 Zona Asia akan dimulai pada 2 September hingga 29 Februari 2012 dan Indonesia akan menjalani enam laga yang berat. Dari lima grup yang ada, hanya juara serta runner up yang berhak melaju ke fase keempat alias yang “saringan” terakhir peserta dari ‘Benua Kuning’.

Jika Indonesia lolos ke babak keempat (yang hanya bisa didapat dengan menjadi juara ataurunner up grup), maka bakal ada lagi fase grup yang harus dijalani mereka, sejak tanggal 3 Juni 2012 hingga 18 Juni 2013. Juara dan runner up dari dua grup yang ada berhak lolos langsung ke putaran final, sementara untuk peringkat ketiga grup akan menjalani empat laga di fase playoff.

Data dan Fakta

INDONESIA; 4 (C. Gonzales 10, 18), (M. Ridwan 76), M. Nasuha 42)

TURKMENISTAN; 3 (M. Nasuha 70 og), (B. Shamuradov 83), (C. Gharrymanberdy 86)

PENONTON; 64 ribu

WASIT: Benjamin Williams (Australia)