Buah Delima (punica granatum) asal muasalnya disebutkan sebagai tanaman semak Asia, spesies dari pulau Socarta. Tapi, ada juga yang memperkirakannya berasal dari Iran. Namun, budidaya Delima lebih banyak berkembang di daerah Timur Tengah, Arab Saudi, Afganistan dan India, juga di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Buah Delima menyukai  tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Namun, daerah yang paling ideal untuk pertumbuhan pohon Delima adalah daerah tropika yang musim kemaraunya panjang dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Cara penanaman buah Delima bisa melalui biji, steak, tunas akar dan cangkok. Bahkan ada pula yang menggunakan cara runduk atau sambungan untuk memperbanyak pohonnya. Pada umumnya Delima tumbuh di berbagai lahan dan jenis cuaca, namun buah yang bermutu baik hanya dapat di panen bila saat udara hangat dan kering.

Ciri tanaman ini berupa perdu / pohon kecil dengan tinggi tak kurang dari 2,5 meter. Batang berkayu dengan ranting bersegi dan banyak percabangannya. Dahan pohon Delima mudah patah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda dan hijau kotor setelah tua.

Daunnya berbentuk bulat dengan warna merah mengkilat, kekuningan, putih, cokelat kemerah-merahan atau ungu kehitaman (tergantung dari jenisnya, delima merah, delima putih atau delima ungu).

Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu atau putih, rasanya asam manis segar.

Manfaat buah Delima di antaranya untuk kesehatan jantung adalah sari buah delimanya yang mempunyai kandungan ion kalium (potasium) yang tinggi, vitamin A, C dan E, serta asam folic. Bahkan dari bagian bijinya yang dimakan, kandungan kaliumnya per 100 gram adalah 259 mg/gram, energi 63 kal, 30 mg vitamin C.

Manfaat lainnya, sari buah Delima juga mengandung flavonoidnya yang tinggi. Zat ini merupakan suatu jenis antioksidan yang mempunyai peran penting untuk mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh, sekaligus dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, serta mampu dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung, kanker kulit dan prostat. Antioksidan yang terkandung di dalamnya dapat membantu mencegah penyumbatan pada pembuluh darah arteri akibat kolesterol.

Yang perlu diketahui, kandungan antioksidan dalam buah Delima jumlahnya tiga kali lipat dari kandungan pada teh hijau. Peneliti dari Vanderbilt University Medical Center, menemukan bahwa orang yang meminum jus buah Delima tiga kali atau lebih dalam seminggu dapat menurunkan resiko terkena Alzheimer hingga 70% dibandingkan orang yang tidak minum sama sekali jus buah tersebut.

Selain itu, Delima juga mengandung asam tanat (Tannic Acid) yang dapat mengusir cacing gelang, kremi dan cacing pita di usus.

Kulit buah Delima juga berkhasiat. Rasanya asam, pahit namun menghangatkan. Kulitnya berkhasiat untuk menghentikan pendarahan (hemostatis), peluruh cacing usus (vermifuga), anti diare dan anti virus.

Kulit buah dan bunganya merupakan astringen kuat. Rebusan keduanya bisa menghentikan pendarahan. Sedangkan kulit kayu dan akar Delima mempunyai bau tanah dan rasa asam yang berkhasiat sebagai peluruh dahak, vermifuga, cacingan. Sedangakan daunnya dapat digunakan sebagai peluruh haid.

Biji Delima bersifat tidak beracun dan berkhasiat untuk meredam demam, antitoksik, membersihkan paru-paru dan meredakan batuk.