Setiap hari, penyerbu dari ruang angkasa dalam bentuk batu menghantam atmosfer bumi. Batu-batu yang lebih kecil terbakar dan meninggalkan jejak cahaya api yang disebut meteor. Batu-batu yang lebih besar, yaitu meteorit, jatuh ke tanah. Selama berabad-abad, orang ngeri sekaligus penasaran mengenai batu-batu dari angkasa ini.

Meteorit adalah meteoroid yang berhasil dengan mulus melewati atmosfer bumi yang kemudian mendarat di permukaan bumi.

Ketika meteoroid kecil melencur ke atmosfer bimi, kecepatannya mungkin lebih besar daripada sebuah peluru yang ditembakkan. Tekanan udara di depannya segera meningkat dan semakin panas, sehingga memancarkan cahaya. Selama satu atau dua detik, sebuah meteor yang membara melintasi langit. Sangat luar biasa, beberapa meteor yang paling terang ternyata dihasilkan oleh meteoroid-meteoroid yang tidak lebih besar daripada sebuah anggur.

Meteorit terbuat dari logam atau batu, ataupun kombinasi keduanya. Sebagian besar meteorit adalah pecahan-pecahan asteroid yang saling bertabrakan.

Batu meteorit dari jenis asteroid usianya sama dengan tata surya. Jika sebuah meteorit terbuat dari batu yang lebih muda, para ilmuwan tahu bahwa meteorit itu mungkin terlempar dari bulan atau Mars saat terjadi tabrakan besar dengan sebuah asteroid atau komet.

meteorit-meteorit kecil yang disebut meteorit mikro, melayang ke bumi sebagai debu. Karena sangat ringan, meteorit ini tidak melaju cukup cepat, sehingga tidak terbakar di atmosfer. Sebagian besar dari meteorit ini berasal dari ekor komet yang melintas. Setiap tahun, 40.000 ton meteorit mikro mendarat di bumi.

Meteorit mikro jatuh ke bumi setiap saat dan kita bahkan tidak memperhatikannya. Bongkahan batu besar bisa mendarat di samudra atau gurun dan tak pernah sempat diamati. Namun seringkali, mendaratnya sebuah meteorit tidak bisa diabaikan.

Fakta-fakta tentang meteorit

  • Meteorit terbesar di dunia jatuh di Afrika Barat Daya. Beratnya diperkirakan lebih dari 50 ton.
  • Seekor anjing hancur binasa oleh sebuah meteorit yang jatuh di Mesir pada tahun 1911. Para ilmuwan memperkirakan bahwa batu itu berasal dari Mars.
  • Pada tanggal 26 April1803, ribuan meteorit kecil berjatuhan di sebuah kota dekat Paris, Prancis.
  • Pada tahun 1908, sebuah bola api raksasa meledak di atas daerah terpencil di Siberia. Orang-orang yang ada pada jarak lebih dari 900 km mendengar bunyi ledakannya. Ledakan itu meratakan pepohonan di sekitarnya sejauh 32 km. Ledakan tersebut lebih dahsyat dibanding letusan Gunung Helena pada tahun 1980.
Iklan