Valentino Rossi sudah resmi pindah ke Ducati musim depan. Dan motor yang kosong sepeninggal Rossi sudah diisi oleh Ben Spies. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal terkait dengan kepindahan pembalap berjuluk “The Doctor” itu yakni, mengenai masa depan Chief Engineer Rossi, Jeremy “Jerry” Burgess.

ngBanyak yang mengatakan, Burgess akan mengikuti Rossi, karena mereka berdua ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.  Namun, jika mendengar pernyataan Burgess akhir pekan lalu, bahwa dia tidak akan selalu mengikuti ke mana Rossi pergi dan jika ia pergi bersama Rossi saat Rossi pun mengumumkan pensiunnya. Sepertinya Burgess pun sudah kerasan (betah) di Yamaha yang banyak memenangkan lomba dan kontrak yang diberikan oleh pihak Yamaha menjadi salah satu penyebab Burgess bertahan dan tidak mengikuti Rossi ke Honda.

Namun apa benar Burgess akan bertahan lama di Yamaha? permasalahannya adalah, Jorge Lorenzo dan Ben Spies sudah punya chief engineer sendiri-sendiri. Lorenzo bersama Ramon Forcada, sedangkan Spies dengan Tom Houseworth.

Jika Lorenzo di musim ini menjadi juara dunia, mungkin kecil sekali peluang Lorenzo akan berpaling kepada Burgess.

Kombinasi Rossi dan Burges terlihat pertama kali saat Rossi promosi ke kelas utama GP 500 cc pada 2000 bersama Nastro Azzuro Honda, Rossi meminta Burgess dimasukka ke dalam tim nya.

Duet mereka tidak langsung berbuah juara dunia. Pada musim perdananya di kelas utama, Rossi masih “belajar” sehingga hanya mampu menjadi runner-up. Namun, setelah setahun berjalan di musim berikutnya dia sudah menjadi juara dunia dengan sebelas kemenangan. Dominasi Rossi berlanjut pada 2002 dan 2003. Dia kembali menjadi juara dunia bersama Repsol Honda.

Pada 2004, Rossi memutuskan untuk hijrah ke Yamaha. Seperti saat pertama datang ke Honda, pembalap Italia tersebut meminta sepaket dengan Burgess, dan Rossi menjawabnya dengan juara dunia di tahun pertamanya. Kedatangan Rossi ke Yamaha adalah suatu berkah bagi Yamaha yang beberapa tahun terakhir memang paceklik juara. Seharusnya Rossi harus diprioritaskan oleh Yamaha atas jasanya mengangkat pabrikan asal Jepang itu, yang menjadi pecundang di 2003 lalu menjadi juara dunia berkat Rossi-Burgess di tahun berikutnya (2004).

Kembali ke duet Rossi dan Burgess, hingga 2009, Rossi sudah punya total tujuh gelar juara dunia kelas utama bersama Burgess, baik itu bersama Honda maupun Yamaha.

Dengan statement Burgess yang menolak mengikuti Rossi ke Ducati, dan klopnya Lorenzo bersama Forcada serta Spies yang sudah punya Houseworth, tidak menutup kemungkinan jika besok di akhir-akhir musim, Burgess tiba-tiba hijrah ke Honda. Bahkan Honda bisa disebut sebagai tempat yang pas untuk mantan chief enginerr Mike Doohan itu.

Alasan Honda menarik Burgess mungkin Honda saat ini sedang ingin membentuk semacam dream team untuk musim depan. Yang pertama, Honda merekrut Livio Suppo dari Ducati tahun lalu, selanjutnya juara dunia 2007 Casey Stoner yang diajak bergabung. Tahun 2007 saat Stoner juara dunia, chief enginerr Stoner adalah Suppo. Tidak cuma itu, Honda juga merekrut dua ahli elektronik Yamaha, yaitu Andrea Zugna dan Cristian Battaglia. Dan kedatangan Burgess bakal menyempurnakan  skuad hebat Honda tahun depan.