Untuk ketiga kalinya secara beruntun trofi Piala Indonesia kembali ke kota Palembang setelah Sriwijaya FC menaklukkan Arema Indonesia di parta final dengan skor 2-1.

Dalam laga yang digelar di Stadion Manahan Solo, Minggu malam,  Sriwijaya dan Arema bermain imbang 0 – 0 hingga babak pertama usai. Arema sudah harus kehilangan satu pemainnya (Alam Syah) yang diganjar kartu merah oleh wasit Jimmy Napitupulu pada menit ke-19. Alam Syah langsung dikartu merah karena mengangkat kaki terlalu tinggi ke kepala Precious Emuejeraye saat perebutan bola.

Setelah babak pertama selesai, 15 menit istirahat para pemain, lalu memasuki babak kedua, tidak ada pemain dari kedua kubu yang memasuki lapangan. Diketahui kemudian kalau pertandingan terhenti akibat adanya intervensi dari Alex Bambang (Kapolda Jateng).

Kapolda Jawa Tengah itu ternyata meminta wasit Jimmy Napitupulu yang memimpin laga tersebut diganti di babak kedua. Dia meminta pergantian wasit itu kepada ofisial pertandingan di meja panitia pertandingan.

“Ini wasit diganti atau tidak? Kalau tak diganti pertandingan tak bisa dilanjutkan. PSSI bisa kembali ke Jakarta kalau ada apa-apa, tapi kami kan tetap di sini mengamankan kalau ada apa-apa,” ujar Alex.

Alex beralasan kalau Jimmy memimpin pertandingan dengan tidak baik, setelah mengkartu merah Alam Shah di babak pertama. Dia sepertinya khawatir keputusan buruk yang dibuat wasit akan memicu emosi fans yang bisa berbuntut pecahnya kerusuhan penonton.

Padahal kinerja wasit berlisensi FIFA itu dinilai cukup bagus oleh kubu Arema, yang sebenarnya dirugikan karena kehilangan satu pemain.

“Buat saya, wasit sebemarnya tidak bermasalah kok, wasit bertugas dengan baik. Wasit bagus kenapa diganti,” tegas pelatih Arema, Robert Rene Albert pada wartawan sebelum pertandingan babak kedua dimulai.

“Ini aneh, baru sekali saya melihat hal seperti ini di sepakbola Indonesia,” lanjut Albert.

Ini bukan kali pertama Alex Bambang terlalu mencampuri jalannya pertandingan sepakbola. Setahun lalu dia sempat menahan Bernard Mamadou dan Nova Zaenal karena dianggap sebagai biang kerusuhan dalam laga Liga Indonesia Divisi utama. Proses penahanan dua pesepakbola itu kemudian dapat banyak tentangan dari publik bola.

Namun akhirnya, pertandingan babak kedua akhirnya tetap dilanjutkan setelah hampir 1 jam terkatung-katung, dengan Jimmy Napitupulu tetap yang memimpin pertandingan.

Memasuki babak kedua, tepatnya menit ke-48 lewat gol Keith Kayamba Gumbs, Sriwijaya FC unggul 1 – 0 atas Arema. Setelah tertinggal 0 – 1, Arema terlihat tertekan, Sriwijaya berkali-kali mampu merepotkan barisan belakang pemain-peman Arema dan membuat beberapa peluang, salah satunya tendangan Ponaryo yang masih bisa ditepis oleh Kurnia Mega.

Tim yang menjuarai ISL 2010, adalah bukan tim sembarangan. Di bawah tekanan Sriwijaya dan hanya bermain dengan 10 orang saja, Arema Malang mampu menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1 lewat gol M. Ridhuan pada menit ke-71. Diawali bola liar hasil sepak pojok, Zulkifli mengumpan silang bola ke kotak penalti dan Ridhuan yang muncul dari belakang dengan mudah menyonteknya ke jala Hendro Kartiko.

Namun, Sriwijaya dengan cepat mengubah skor kembali menjadi 2 – 1. Pavel Solomin yang membuatnya di menit 79′, berkat umpan lambung Ambrizal, Solomin lepas dari jebakan offside dan mampu menaklukan kiper Arema, Kurnia Mega.

Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap 2 – 1 untuk Sriwijaya FC.

Susunan pemain

SFC: Ferry Rotinsulu (Hendro Kartiko 21′), Charis Yulianto, Ambrizal Precious, Isnan Ali (M Nasuha 45′) Toni Sucipto, Zah rahan, Ponaryo Astaman, Keith Kayamba, Anaore Obiora, Pavel Solomin

Arema: Kurnia Mega, Zulkifli, Irfan Raditya (Rahmat Afandi 81′), Waluyo, Benny Wahyudi, Juan Revi (Rony Firmansyah 90′), Ahmad Bustomi, M Ridhuan, Rhoman Chamelo, M Fakhrudin (Dandy Santoso ), Noh Alam Shah.

Juara-Juara Piala Indonesia

2005 Arema Malang

2006 Arema Malang

2007 Sriwijaya FC

2008 – 2009 Sriwijaya FC

2010 Sriwijaya FC

Pencetak Gol Terbanyak

2005 Javier Rocha (PSM) 11 gol

2006 Emaleu Serge (Arema Malang) 9 gol

2007 Alberto Goncalves da Costa (Persipura Jayapura) 6 gol

2008 – 2009 Samsul Arif (Persibo) & Pablo Frances (Persijap) 8 gol

2010 Christian Gonzalez (Persib) 10 gol

Pemain Terbaik

2005 Firman Utina (Arema Malang)

2006 Aris Budi Prasetyo (Arema Malang)

2007 Bambang Pamungkas (Persija Jakarta)

2008 – 2009 Anoure Obiora (Sriwijaya FC)

2010 Keith Kayamba Gumbs (Sriwijaya FC)