Pernah di entup (sengat) lebah? pasti sakit😀 tapi kalo mencicipi hasil produksi dari serangga satu ini sudah? pasti rata-rata sudah pernah merasakannya.

Lebah madu memproduksi madu, khasiat dari hasil olahannya sangat menakjubkan yakni dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Lebah madu membuat tempat tempat penyimpanan madu dengan bentuk yang sangat ajaib, bentuk sarang lebah madu banyak ditiru oleh manusia untuk membuat bangunan. Bentuk sarang yang heksagonal (segi enam) lebih efektif dibanding dengan bentuk geometris lainnya. Lebah menggunakan bentuk segi enam memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah yang banyak dengan material yang sangat sedikit.

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Sarang-sarang tersebut yang tersusun dalam bentuk lubang-lubang yang sama bersegi enam dan diselubungi oleh selaput yang sangat halus menghalangi udara atau bakteri menyusup ke dalamnya.

Setelah pekerjaan selesai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tidak mampu membuat perancangan yang sesempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit. Akan tetapi, lebah melakukannya dengan sangat mudah. Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt.

Keajaiban lainnya terlihat pada jenisnya. Karena selain jantan dan betina, lebah juga memiliki jenis yang bukan jantan dan betina. Begitu juga khasiat madu yang dihasilkan, yang menjadi makanan dan obat bagi sekian banyak penyakit. Keajaiban lebah mencakup itu semua dan mencakup pula sistem kehidupannya yang penuh disiplin dan dedikasi di bawah pimpinan seekor “ratu”.

Lebah juga dipilih sebagai pengantar bagi bagian yang menjelaskan manusia seutuhnya. Karena manusia seutuhnya, manusia mukmin, menurut Rasul, adalah “bagaikan lebah, tidak makan kecuali yang baik dan indah, seperti kembang yang semerbak; tidak menghasilkan sesuatu kecuali yang baik dan berguna, seperti madu yang dihasilkan lebah itu”.

Sejak jutaan tahun lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatan yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia”.

Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6, dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah. Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium, dan seng dalam jumlah yang kecul dan juga beberapa jenis hormon.

Aspek lain dari keistimewaan lebah madu adalah cara komunikasi antar lebah. Setelah lebah menemukan sumber makanan, lebah madu yang bertugas mencari bunga terbang lurus ke arah sarangnya. Ia lantas memberitahukan kepada lebah-lebah lain arah sudut dan jarak sumber makanan tersebut dengan tarian khusus.