Desmosedici diciptakan untuk Casey Stoner. Penggambaran seperti itu rasanya pas untuk mewakili betapa cocok motor Ducati tersebut dengan Stoner dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun pertamanya bersama tim merah, Desmosedici GP7 mengantarkan pembalap Australia itu menjadi juara dunia.

Generasi Desmosedici berikutnya seolah-olah juga hanya diciptakan untuk Stoner. Marco Melandri, salah seorang pembalap yang dikenal memiliki skill paling baik, harus menjadi pecundang ketika jadi rekan Stoner pad 2008.

Berikutnya, Nicky Hayden menjadi korban pada 2009. Juara dunia 2006 tersebut mengalami musim terburuk di MotoGP ketika menjadi rekan Stoner untuk menunggangi Desmosedici GP9 tahun lalu. Pada akhir musim 2009, dia finis ke-13 di antara 18 pembalap.

Namun, catatan panjang “kekompakan” Desmosedici dengan Stoner itu ternoda pada balapan seri 2 di Jerez, Spanyol. Stoner dikalahkan pertamakalinya oleh rekan setim-nya, yakni Nicky Hayden yang harus rela selalu dibelakangnya sepanjang balapan 2009 tahun lalu. Kini Hayden dapat mematahkan kutukan motor ke-2 Ducati untuk finis keempat didepan Stoner yang finis diurutan lima.

Sudah sangat lama Stoner tidak dikalahkan rekan setim-nya saat kedua pembalap Marlboro Ducati, tim utama Ducati, tidak mengalami masalah teknis. Kali terakhir itu terjadi pada 2007, saat Loris Capirossi mengalahkan Stoner pada seri di Jepang. Saat itu Capirossi finis terdepan, sedangkan Stoner berada diurutan kelima, untuk mengamankan gelar juara dunia.

Meski mengalahkan Stoner, sepertinya bukan hal yang harus mutlak untuk Hayden. Hayden selalu menargetkan selalu berada di urutan top three.

Potensi besar Hayden bersama Desmosedici GP10 sebenarnya sudah terlihat sejak ters pra-musim lalu. Begitu juga halnya pada seri perdana di Qatar bulan lalu. Saat itu pembalap Amerika Serikat tersebut finis urutan keempat.

Perubahan Desmosedici dari bermesin Screamer ke big bang adalah salah satu yang mendongkrak performa Hayden. Dengan mesin big bang, Desmosedici bisa lebih mudah dikendalikan. Hal itulah yang selama ini tidak ada yang bisa menaklukan Ducati selain Stoner.

Iklan