Kekalahan Inter Milan dari AS Roma (27/3) gagal dimanfaatkan dengan maksimal oleh AC Milan. Rossonerri hanya mampu menambah 1 poin dari hasil draw melawan Lazio di San Siro. Ini adalah hasil yang tidak bagus selama 3 pertandingan berturut-turut, draw melawan Napoli, kalah dari Parma dan draw berhadapan dengan Lazio. Selagi saingannya tersendat, Milan juga melempem. Namun, meski hasil pertandingan ini tidak bagus, Milan tetap pede untuk merebut scudetto untuk musim ini.

Pada pertandingan melawan Lazio, Milan berhasil memimpin terlebih dahulu dari eksekusi penalti Borriello di menit ke-18. Wasit memberi hadiah penalti karena menganggap Mathieu Flamini dilanggar di kotak terlarang oleh Kolavarov. Namun, keunggulan tersebut tidak dapat dipertahankan oleh para punggawa Milan. Stephen Lichtsteiner berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-32.

Kali ketiga AC Milan secara beruntun gagal merebut poin penuh. Bisa bertahan di tiga besar merupakan suatu hal yang tidak terlalu jelek. Sebab Inter dan Roma juga tidak bisa menjaga konsistensi. Dan ditilik dari pertandingan melawan Lazio, permainan Milan sedikit lebih baik dan bagus daripada bermain saat dikalahkan oleh Parma 0 – 1.

Pertandingan tersisa 7 laga lagi. Rossonerri optimis tetap dijalur scudetto. AS Roma dan Inter punya peluang bagus, tapi Milan tetaplah Milan, tim yang punya mental juara.

Hasil selengkapnya Giornata 31:

AS Roma 2 – 1 Inter Milan (De Rossi 17, Toni 72 ; Milito 66)

Palermo 3 – 1 Bologna (Miccoli 10, 43 p & 79 ; Adailton 38)

Chievo 0 – 0 Parma

Fiorentina 4 – 1 Udinese (Vargas 35, Gilardino 55, Santana 68, Jovetic 84 ; Pepe 41)

Juventus 2 – 1 Atalanta (Del Piero 30, Melo 82 ; Amoruso 45)

Livorno 1 – 1 Bari (Tavano 85 ; Allegretti 24)

Napoli 1 – 0 Catania (Cannavaro 51)

Sampdoria 1 – 1 Cagliari (Guberti 48 ; Nene 81)

AC Milan 1 – 1 (Borriello 18 p ; Lichsteiner 32)

Siena 0 – 0 Genoa

Iklan