Ronaldinho berhasil membuat hattrick saat melawan tim papan bawah Siena di San Siro yang melengkapi kemenangan 4 – 0 timnya. Dan satu gol lagi dicetak oleh Marco Borriello.

Gol pertama Ronaldinho diceploskan melalui tendangan penalti dan gol kedua serta ketiganya dicetak dibabak kedua melalui kepala dan a long range shot late.

Milan mendapat keuntungan besar saat menjamu Siena menyusul kartu merah yang didapat kiper lawan saat pertandingan masuk menit 10. Kondisi tersebut dimaksimalkan oleh anak didik Leonardo dengan menciptakan empat gol yang tiga di antaranya dilesakkan Ronaldinho serta satu lainnya dari Marco Borriello.

Inilah kemenangan ketiga Milan secara beruntun yang membuat rekor mereka di awal 2010 ini bertahan di angka 100%. Dengan 40 angka yang kini dikumpulkan, Andrea Pirlo dkk terpaut enam poin atas Inter di posisi teratas, yang pada laga kemarin diimbangi Bari 2-2.

Karena masih punya satu pertandingan sisa, Milan bahkan bisa merapatkan jaranya dengan Nerazzurri tinggal menjadi tiga poin saja.

Buat Siena, ini merupakan kekalahan ke-14 mereka di sepanjang musim ini. Tak dapat poin membuat klub tersebut makin terjerembab di dasar klasemen dengan total 12 angka di kumpulkan.

Jalannya Pertandingan

Di depan pendukungnya sendiri, Milan, yang masih belum diperkuat Alexandre Pato, menjalani laga dengan penuh percaya diri. Di menit tiga mereka nyaris membuka keunggulan melalui Ronaldinho, yang sepakannya usai menerima umpan dari Ignazio Abate.

Milan dapat berkah besar di menit 10 menyusul pelanggaran yang dilakukan kiper Gianluca Curci terhadap Marco Borriello. Selain wasit menunjuk titik putih, kartu merah juga dilayangkan sang pengadil buat kiper Italia berusia 24 tahun itu.

Mengorbankan Mato Jajalo , pelatih Alberto Malesani memasukkan kiper cadangannya Gianluca Pegolo. Langsung dihadapkan pada tendangan penalti, Pegolo salah membaca eksekusi yang diambil Ronaldinho. Milan unggul 1-0.

Punya keunggulan jumlah pemain, Rossoneri menguasai penuh jalannya pertandingan. Di menit 17 tandukan Borriello menyongsong crossing Abate masih melayang jauh.

Meski banyak ditekan, Siena tetap mampu menebar ancaman di muka gawang Dida. Setelah akselerasi pertamanya dengan sangat baik dihadang Thiago Silva, upaya kedua Massimo Maccarone yang menari-nari di daerah pertahanan Milan berakhir dengan tendangan yang melayang di atas mistar.

Namun dua menit setelah peristiwa tersebut, Milan akhirnya benar-benar bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Di sisi kiri lapangan, Andrea Pirlo jeli melihat Borriello yang berlari secara diagonal melepaskan umpan cungkil buat sang striker. Mendapat makanan empuk, meski dalam sudut sempit, Borriello melepaskan tendangan voli yang merobek gawang tim tamu. Gol cantik di menit 28 tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Nyaris tak ada yang berubah di paruh kedua laga dengan Milan terus mendominasi lawannya. Ronaldinho masih menjadi motor, kreator serta otak permainan tuan rumah dengan aksi-aksi individu serta umpan terukurnya.

Salah satu aksi Dinho yang nyaris menambah gol Milan terjadi di menit 57 ketika akselerasi individunya masih bisa ditepis oleh kiper Pegolo. Pesepakbola Brasil itu akhirnya melesakkan gol keduanya, dan yang ketiga buat Milan di menit 71.

Gol kedua Dinho tersebut tercipta dari skenario tendangan sudut yang diambil David Beckham. Bola yang mengarah ke tengah kotak penalti dijangkau Dinho dengan kepalanya dan dilesakkan ke dalam gawang untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.

Unggul cukup jauh membuat Leonardo memasukkan Filippo Inzaghi dan menarik Borriello. Pergantian tersebut sama sekali tak mengurangi ketajaman lini depan Milan, meski yang kemudian mencetak gol keempat masih Ronaldinho.

Gol penutup tersebut tercipta di menit 89. Sukses melewati seorang bek lawan, Dinho melepaskan sepakan ke arah sudut kanan atas gawang tanpa bisa dihalau kiper Siena.

Susunan Pemain:

Milan: Dida, Thiaguinho, Alessandro Nesta (Giuseppe Favalli ’56), Luca Antonini, Ignazio Abate, Andrea Pirlo, Mathieu Flamini (Marek Jankulovski ’45), Ivan Gennaro Gattuso, Ronaldinho, Marco Borriello (Filippo Inzaghi ’78), David Beckham

Siena: Gianluca Curci, Jardim Gonçalo Brandão, Claudio Terzi, Cristiano Del Grosso (Garofalo ’65), Aleandro Rosi (Emanuele Calaiò ’72), Albin Ekdal, Paul Codrea, Andrea Rossi, Simone Vergassola, Massimo Maccarone, Mato Jajalo (Gianluca Pegolo ’11)

Hasil Selengkapnya:

Italian Serie A 2009/2010

DATE Home SCORE OPPONENT
01/16 Cagliari 3 – 0 Livorno
01/16 Bari 2 – 2 Inter Milan
01/17 AS Roma 3 – 0 Genoa
01/17 Sampdoria 1 – 1 Catania
01/17 Fiorentina 1 – 2 Bologna
01/17 Atalanta 3 – 0 Lazio
01/17 AC Milan 4 – 0 Siena
01/17 Parma 0 – 0 Udinese
01/17 Chievo 1 – 0 Juventus
01/17 Napoli 0 – 0 Palermo

Klasemen Sementara:

2009/2010 Italian Serie A

CLUB

P W D L GD Pts
Inter Milan 20 14 4 2 24 46

AC Milan

19

12

4

3

16

40

AS Roma 20 10 5 5 9 35
Napoli 20 9 7 4 5 34
Juventus 20 10 3 7 6 33
Palermo 20 8 7 5 3 31
Cagliari 19 9 3 7 8 30
Fiorentina 19 9 3 7 7 30
Parma 20 8 5 7 -2 29
Bari 19 7 7 5 5 28
Chievo 20 8 3 9 0 27
Genoa 19 8 3 8 -3 27
Sampdoria 20 7 6 7 -5 27
Livorno 20 6 3 11 -14 21
Udinese 19 5 5 9 -4 20
Lazio 20 4 8 8 -6 20
Bologna 19 5 4 10 -8 19
Atalanta 19 4 4 11 -10 16
Catania 20 3 7 10 -11 16
Siena 20 3 3 14 -20 12
Iklan