Tidur siang dan tidur malam mempunyai manfaat sendiri-sendiri, jadi jangan abaikan dan remehkan dari kegiatan yang satu ini.

Definisi tidur adalah proses normal di mana tubuh manusia beristirahat. Namun di saat tidur, kegiatan bernapas, pengaturan suhu tubuh dan mekanisme otot tetap berfungsi.

Kualitas tidur yang baik adalah cukup waktu, tidak terlalu lama dan tidak terlalu sebentar. Untuk usia pra sekolah waktu yang dibutuhkan ketika tidur siang sekitar 1,5 – 2 jam. Untuk batita sekitar 2 – 3 jam. Kebutuhan tidur siang berbeda-beda pada setiap tingkatan usia. Semakin bertambah usianya, maka kebutuhannya akan tidur siang semakin berkurang. Hingga memasuki usia 7 tahun, umumnya anak sudah tidak membutuhkan tidur siang lagi, walaupun ada beberapa anak usia sekolah yang masih melakukan kegiatan tidur siang.

Jenis-jenis tidur dibagi menjadi 2, yaitu:

Tidur REM (Rapid Eye Movement)

Tidu REM sering disebut tidur aktif atau tidur mimpi walau saat terbangun belum tentu mimpi itu bisa tersimpan dalam memori kita. Cirinya, mata bergerak dengan cepat sewaktu mimpi berlangsung. Gelombang-gelombang di otak pun dalam posisi berjaga selama tidur dan sebagian besar dari wilayah otak termasuk sensor dan motor korteks tetap aktif

Tidur NREM

Tidur ini merupakan kondisi tidur yang tenang. Tidur NREM biasanya ditandai dengan mata tidak bergerak cepat saat tidur. Suhu tubuh dan tekanan darah anak menurun. Napasnya menjadi teratur dan lambat. Tidur NREM bermanfaat untuk memberikan pemulihan dan ketenangan secara keseluruhan pada tubuh dan otot-otot. Pada anak-anak, tidur NREM bermanfaat untuk menstimulasi hormon yang berguna bagi pertumbuhan fisiknya.

Dari 2 jenis tidur di atas, tidur siang termasuk golongan tidur aktif (REM) dengan komponen REM yang lebih banyak dan metabolisme otak berlangsung sangat efektif. Dampaknya, sangat baik untuk korteks otak, terutama untuk meningkatkan kemampuan belajar dan mengembangkan intelektual. Kondisi ini berbeda dari tidur di waktu malam yang komponen NREM-nya lebih tinggi dari komponen REM. Jadi tidur siang tidak dapat digantikan dengan tidur malam atau kegiatan apapun lainnya.

Manfaat lain yang diperoleh dari tidur siang adalah mengembalikan kondisi fisik dan mental, mudah berkonsentrasi, mudah berkomunikasi dan mudah menangkap pembicaraan serta mudah untuk beradaptasi.

Bagaimana upaya agar anak mau untuk tidur siang?

  1. Berikan makanan yang banyak mengandung serotonin yang mampu merangsang keinginan untuk tidur. Serotonin terdapat pada pisang, susu dan yogurt.
  2. Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang agar anak mudah tertidur.
  3. Jangan sesekali memaksa anak utnuk makan banyak-banyak sebelum tidur, karena bisa menghilangkan rasa mengantuk, seusai makan sistem pencernaan malah bekerja keras mengolah bahan makanan. Sebaiknya makan secukupnya saja karena dapat digunakan untuk merangsang ngantuk.
  4. Tak ada salahnya mengijinkan anak pergi tidur siang sebelum makan. Setelah bangun tidur, biasanya anak justru akan merasa lapar dan bersemangat untuk makan.

Kebutuhan tidur per tahapan usia menurut Buku Asia Sleep Fact Book

Usia Lamanya Tidur Siang Per Hari
Bayi 0 – 6 bulan 3,5 jam
Bayi 6 – 9 bulan 3,0 jam
Bayi 9 – 12 bulan 2,7 jam
Anak 12 – 15 bulan 2,5 jam
Anak 15 – 18 bulan 2,4 jam
Anak 18 – 21 bulan 2,2 jam
Anak 21 – 24 bulan 2,0 jam
Anak 24 – 36 bulan 1,9 jam
Anak 36 – 48 bulan 1,7 jam
Anak 48 – 60 bulan 1,6 jam
Anak 60 – 72 bulan 1,5 jam