JAKARTA – Bank Indonesia (BI) membuat tiga skenario pertumbuhan aset perbankan syariah pada 2010 dengan kenaikan pesimistis sebesar 26% dan optimistis hingga 81%.

Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan pertumbuhan perbankan syariah dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Pertumbuhan aset perbankan syariah nasional selama lima tahun sebesar 32%, saat ini berada di posisi Rp61,4 triliun.

Menurut dia, jika dilihat dari analisa terhadap kondisi fundamental makroekonomi yang cenderung membaik dari sisi global dan lokal, diperkirakan pada 2010 pertumbuhan perbankan syariah akan lebih baik.

“Faktor pulihnya perekonomian dunia secara global merupakan satu-satunya hal yang paling mempengaruhi pertumbuhan industri perbankan syariah,” kata Darmin dalam sambutan tertulis yang disampaikan Deputi Gubernur BI Budi Mulya dalam seminar Prospek and Development Of Indonesian Islamic Banking Under The New Tax Regime di Gedung Bank Indonesia hari ini.


BI memproyeksikan pertumbuhan perbankan syariah nasional pada 2010 dalam skenario pesimis nilai aset akan tumbuh 26% menjadi Rp72 triliun. Kemudian untuk skenario moderat, nilai aset perbankan syariah menjadi Rp97 triliun atau tumbuh 43%.

Adapun untuk skenario optimis, nilai aset perbankan syariah pada 2010 akan mencapai Rp124 triliun atau tumbuh sebesar 81%.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komite Pengawas Perbankan Syariah M Syafii Antonio mengatakan skenario BI yang sifatnya moderat dan optimistis itu bisa terealisasi jika didukung oleh penambahan bank syariah baru, maupun konversi unit usaha syariah menjadi bank umum syariah.

“Jadi pendirian bank baru harus benar-benar terealisir pada 2010 agar aset bank syariah bisa tumbuh hingga 81%,” ujarnya. (Sumber: Web.Bisnis)

 

 

Iklan