Ajang balap paling bergengsi, Formula 1, siap melakukan perubahan radikal. Demi membuat balapan semakin menarik, pada 2010 mereka berencana melakukan perubahan sistem scoring. Pembalap yang naik podium akan mendapat poin yang jauh lebih banyak daripada musim-musim sebelumnya.

Dalam pertemuan F1 Commission di Paris, Kamis (10/12), ajang itu berencana memberikan 25 poin kepada pemenang pada musim 2010. Pertemuan itu dipimpin bos F1 Bernie Ecclestone serta presiden FIA yang baru, Jean Todt.

Berikutnya, rancangan sistem poin baru tersebut dibahas dalam sidang World Motor Sport Council (WMSC). Diperkirakan disahkan bersamaan dengan pengumuman kalender F1 2010. FIA dan tim-tim F1 memberi mandat kepada Sporting Working Group, sebuah subkomisi di bawah F1 Commission, untuk menyempurnakan detail proposal sistem poin guna meningkatkan persaingan.

Jika dibanding musim lalu, poin yang akan diberikan kepada pemenang memang meningkat signifikan. Mencapai lebih dari 2 kali lipat, dari 10 menjadi 25. Dengan selisih poin yang jauh (5 point), pemenang dan runner-up menjadikan sebuah keuntungan tersendiri jika pembalap memenangkan lomba. Bandingkan dengan musim 2009 ketika pembalap yang finis pertama dan kedua hanya terpaut 2 poin.

Dalam rancangan tersebut, pembalap ketiga akan mendapat 15 poin. Berikutnya, pembalap keempat 10 poin. Pembalap kelima sampai kesepuluh masing-masing akan mendapatkan poin 8, 6, 5, 3, 2 dan 1. Sistem itu hampir sama dengan Moto GP. Bedanya, Moto GP memberikan poin kepada 15 pembalap.

Jumlah pembalap yang mendapatkan poin pada 2010 juga meningkat. Sebab, pada 2009 hanya delapan pembalap yang mendapat poin. Penambahan pembalap yang mendapat poin itu ditujukan untuk mengakomodasi penambahan jumlah pembalap pada musim depan. Kalau musim 2009 hanya ada 20 pembala, maka musim depan ada 26 pembalap.

Pemberlakukan sistem poin baru itu ditujukan agar persaingan di atas lintasan semakin seru. Pembalap akan lebih termotivasi untuk menjadi yang terdepan karena setiap peningkatan satu posisi akan dibarengi penambahan poin yang signifikan. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak aksi overtaking alias salip-menyalip pada musim depan.

Minimnya aksi overtaking di F1 sebenarnya sejak lama dikeluhkan. Hal itu salah satunya terjadi karena seorang pembalap dimungkinkan untuk bermain aman pada satu lomba. Di antaranya karena minimnya perbedaaan antara pemenang dan posisi kedua.

Sebelumnya, Ecclestone mengusulkan sistem baru untuk mendorong pembalap agar lebih agresif. Dia menyatakan, balapan F1 akan lebih menarik jika sistem poin di F1 sama dengan di cabang-cabang olahraga Olympic. Pemenang mendapat emas, kedua perak dan ketiga perunggu. Pada akhir musim, pengoleksi emas terbanyak menjadi juara dunia. Namun, usul itu ditentang banyak pihak karena dianggap tidak mengakomodasi tim-tim papan tengah dan bawah.

Evolusi Sistem Poin Formula 1

FINISH KE

MUSIM

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1980 – 1990 9 6 4 3 2 1
1991 – 2002 10 6 4 3 2 1
2003 – 2009 10 8 6 5 4 3 2 1
2010 – 25 20 15 10 8 6 5 3 2 1
Catatan: F1 dimulai pada 1950. Sebelum 1980 juga terjadi beberapa perubahan sistem scoring (Sumber: JawaPos)
Iklan