Memproduksi sebuah produk barang memang sulit. Namun, menjual barang yang diproduksi jauh lebih sulit. Kualitas yang unggul dengan harga yang bersaing tidak cukup menjamin produk laku terjual. Pemahaman yang baik akan fungsi sebagai marketer layak diketahui.

Marketing adalah rangkaian kegiatan terencana, terarah, terkoodinasi, dan terkendali untuk menguasai pasar. Pasar hanya akan dapat dikuasai kalau kita mampu dan berhasil memenuhi kepentingan pelanggan/memuaskan pelanggan sesuai kepentingannya. Disadari atau tidak, dalam kegiatan marketing ada kerangka baku yang bersifat langgeng dan universal, yaitu perencanaan, dilanjutkan dengan pelaksanaan, kemudian bisa ditarik suatu hasil.

Bisa dikatakan menguasai pasar dan berpotensi untuk berkembang apabila kita mampu bersaing, memiliki pangsa pasar yang cukup besar dan mantap. Konsumen bodoh adalah anggapan keliru yang sering menghinggapi seorang pemasar. Sekali pelanggan kecewa, maka dipastikan akan mempengaruhi minta pelanggan lain. Kepercayaan satu pelanggan merupakan modal utama karena menjadi propagandis (positif) gratis. Dalam perkembangannya, secara tidak langsung pelanggan itu akan menjadi sumber informasi produk kita pada calon pelanggan lain. Sisi positif lainnya, yakni menjadi kritikus positif atau guru yang baik dan menjadi mitra usaha yang terpercaya.

Mutu adalah kualitas yang baik perlu diperhatikan, karena salah satu fokus niat beli dari pelanggan. Jumlah yang banyak dalam satu kemasan merupakan nilai kepuasan pelanggan, sehingga jumlah suatu barang akan mendapat pertimbangan yang cukup serius. Di samping itu, harga atau cost suatu produk cukup membuat beberapa pilihan bagi konsumen untuk membeli atau tidak. Ketepatan delivery time atau waktu penyerahan adalah salah satu item kepuasan pelanggan. Yang tidak kalah penting mengenai keamanan atau safety product, maka jaminan dari produsen layak dipertanggungjawabkan. Pelayanan atau service yang baik sangat membantu untuk menarik konsumen. Namun, moral yang baik seorang pemasar sebagai tolak ukur terakhir yang menentukan pelanggan untuk kembali.

Agar penjualan sukses

Kualitas barang prima dengan harga bersaing akan percuma apabila pemasarnya tidak paham tentang pekerjaannya. Sebenarnya, pemasar yang sukses terletak pada bagaimana cara menghadapi pelanggannya, yakni komunikasi yang tepat. Seorang marketer yang sukses, layak memahami 5 hal yang perlu diingat agar sebuah komunikasi marketing dapat berjalan dengan baik.

  • Qualified Sales Person (pemasar yang kompeten)

Sebuah penjualan tentu tidak akan berjalan dengan baik apabila sales person tidak memiliki suatu standar kualifikasi tertentu dalam perusahaan itu. Untuk itu, sales person seharusnya mempunyai kepribadian (personality) dan pengetahuan akan produk (produk knowledge),

  • Market Segmentation (segmentasi pasar)

Pemilihan pasar yang tepat, tidak hanya akan mempermudah arah penjualan suatu produk, tetapi juga akan sangat membantu pengembangan produk itu di masa yang akan datang.

  • Qualified Customer (konsumen yang tepat)

Seorang marketer harus mengerti kondisi konsumen yang akan menjadi sasarannya. Misalnya, kita tentunya tidak akan dapat menjual mesin pembajak sawah kepada seoran koki, atau menjual mobil mewah kepada seseorang yang memiliki penghasilan yang pas-pasan. Perlu diadakan penelitian pasar untuk mencari konsumen yang tepat.

  • Need Customer (memenuhi kebutuhan)

Seorang marketer harus mengerti apakah suatu produk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk itu dibutuhkan kemampuan menganalisa (customer analyzing skill). Sebagai contoh, kita tidak mungkin menjual sebungkus permen manis kepada seseorang yang menderita diabetes.

  • Good Counsellor (penasihat yang baik)

Seorang marketer yang baik harus menjadi seseorang penasihat bagi konsumen. Hal ini tidak lepas dari product knowledge dan customer orientation, dan diharapkan dapat tercipta adanya suatu win-win solution. Pengetahuan akan produk akan sangat berguna untuk kita sebagai usaha untuk dapat menjadi penasihat yang baik bagi konsumen.