jakarta cirebon mapApa yang Anda pikirkan pertama kali saat melihat dan membaca judul tulisan ini? bingung? ga usah bingung, baca terus artikel ini sampai the end pasti jadi tambah bingung..eh..eh..eh..ngga lah, yang pasti Anda jadi ngerti maksud dari judul di atas, atau mungkin Anda malah dapat menambahkan kekurangan dari seluruh artikel ini. Selamat membaca….

Tanggal 22 juni 2009, Kota Jakarta merayakan ulang tahun-nya yang ke-482. Tidak seperti kota-kota lainnya, Jakarta mengambil sendiri sebagai patokan hari ulang tahunnya. Namun, jika saja Pasar Ikan yang kemudian hari berganti nama menjadi Sunda Kelapa, yang oleh para ahli diyakini sebagai asal muasal Kota Jakarta menjadi patokannya, pasti umur Kota Jakarta sekarang sudah lebih dari 600 tahun.

Menurut Prof. Poerbatjaraka, nama Sunda Kelapa sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Pajajaran (1335). Bahkan mungkin saja sejak zaman Kerajaan Tarumanegara (abad IV – V) yang menjadikan Sunda Kelapa menjadi Pelabuhan (Bandar Laut). Secara logika, bagaimana mungkin Agama Hindu bisa tersebar dari India hingga sampai ke Bumi Jawa Barat kalau wilayah ini tidak memiliki Bandar Laut.

Dalam sejarah, Sunda Kelapa yang ketika itu masih di tangan Portugis yang dipimpin oleh Francisco de Sa (salah seorang anak buah Panglima Angkatan Laut Portugis, Vasco da Gama, berhasil direbut oleh Panglima Perang Kerajaan Demak, Fatahillah atau biasa disebut Falatehan, yang di Jakarta terdapat museumnya, yaitu Museum Fatahillah.

Di dalam perjalanan hidupnya, Fatahillah lebih banyak tinggal di Cirebon. Di sana beliau menyebarkan Agama Islam sampai ke wilayah pesisir utara Jawa Barat hingga akhir hayatnya. Jasadnya di makamkan di Desa Gunung Jati, Cirebon. Karena itu, beliau dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.

Lalu apa hubungannya dengan judul Jakarta = Cirebon? Maksud dari judul tersebut adalah nama-nama tempat di Jakarta yang mirip dengan nama-nama daerah di Cirebon. Jika Anda mencermati, apa yang Anda pikirkan? Apa ini hanya kebetulan saja? ataukah dulu Fatahillah ingin bernostalgia sehingga mengabadikan beberapa nama di Jakarta untuk dipindah ke Cirebon? atau juga ada unsur spritual antara Jakarta dengan Cirebon sehingga nama-nama di kedua daerah/kota tersebut bisa hampir sama secara keseluruhan? Silahkan berpandangan secara pribadi masing-masing.

Kita coba untuk menyimak penjelasan nama-nama ini satu persatu:

  1. Salah satu pasar swalayan teramai di Cirebon adalah Grage Mall. Dulu swalayan ini adalah sebuah Stadion dan kolam renang bernama Gunung Sari, dinamakan seperti itu karena terletak di kampung Gunung Sari. Dari tempat itu tampak keindahan Gunung Ciremai dari kejauhan, apalagi saat pagi dan sore hari saat udara cerah. Jika di Jakarta, sebelum Jakarta menjadi “hutan beton”, keindahan Gunung Salak bisa dilihat dari wilayah Gunung Sahari.
  2. Di barat Gunung Sari terdapat Kampung Cideng, nama itu berasal dari bahasa sunda, ci artinya air/sungai, dan hideung artinya hitam. Jadi, Cideng berarti air payau/sungai yang berwarna hitam. Sebelum terbentuk pemukiman penduduk, wilayah ini memang digenangi air payau dengan sungai yang mengalirkan airnya berwarna hitam. Hal ini tidah jauh berbeda dengan sungai Cideng di Jakarta yang berwarna hitam.
  3. Satu kilometer arah timur laut Gunung Sari terdapat Kp. Kramat (Jakarta = Kramat Jati). Ditimurnya ada Kp. pegambiran (Jakarta = Gambir), sementara di Selatan ada Cideres (Jakarta = Kalideres). Kini Kampung-kampung itu masuk wilayah Kotamadya Cirebon.
  4. Di luar Kotamadya Cirebon, kira-kira 6 km ke utara, ada Desa Grogol, beberapa kilometer ke barat ada Desa Cangkring (Jakarta = Cengkareng). Dari Desa Grogol, ke utara ada Desa Srengseng, ke arah timur ada Kecamatan Ciledug, sementara di baratnya ada Desa Lemah Abang.
  5. Ke arah selatan Kota Cirebon terdapat Desa Pejaten. Ada pula Desa Caracas (Jakarta = Ciracas) di jalan raya Bogor dan Desa Ciniru (Jakarta = Cinere)
  6. Dan jika terus ke selatan, sampailah di Kota Kuningan sebagai Ibukota Kabupaten Kuningan. Sementara di Jakarta daerah Kuningan menjadi salah satu Centra Bisnis Ibukkota.

Berikut penjelasan dan uraian dari beberapa nama Desa/Kampung di Cirebon yang hampir sama dengan di Jakarta. Mungkin saja jika ada penelitian lebih lanjut, tidak mungkin menutup kemungkinan masih banyak Desa-Desa di Wilayah Cirebon yang sama dengan nama-nama Kampung di Jakarta. Apakah Anda ada yang tahu nama-nama lain yang sama? Jakarta = Cirebon ?