logo PD 2010 AfselPersaingan menuju final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan belum berakhir. Dari 32 tiket putaran final, kini tinggal 9 tiket yang belum mendapatkan pemilik, di antara 9 tiket itu, 6 tiket akan diperebutkan pada 14 dan 18 November nanti.

Di Zona Eropa, 8 negara harus berperang hidup dan mati untuk mendapatkan 4 tiket Piala Dunia, 1 tiket diperebutkan dari Concacaf / Conmebol, 1 tiket lagi diperebutkan dari Oceania / Asia.

Di antara 8 negara di Zona Eropa, ada kontestan yang mempunyai tradisi kuat di Eropa, yaitu Prancis dan Portugal. Tapi, sepertinya kedua negara tersebut akan mengalami kesulitan dalam menghadapi pertarungan play off nanti, karena dari beberapa catatan perjalanan kualifikasi dan sejumlah handicap membuat peluang mereka banyak diragukan oleh sejumlah pihak terutama saya sendiri.

Misal Prancis, mereka harus menghadapi Rep. Irlandia tanpa harus diperkuat oleh gelandang serang Franck Ribery dan Goel Clichy akibat cedera saat membela klubnya masing-masing. Sebenarnya, Prancis tanpa kedua pemain itu masih mempunyai kekuatan dahsyat, Les Blues masih mempunyai pemain-pemain hebat seperti Gourcuff, Henry, Govou, Gallas, Sagna, Anelka, Benzema dan Malouda. Satu pemain berpengalaman, alumnus Piala Dunia tahun yang lalu, Patrick Vieira pun tidak terdapat dalam skuad Prancis dalam menghadapi Rep. Irlandia. Pelatih Prancis, Raymond Domenech, berpendapat, bahwa Vieira jarang mendapatkan kesempatan bermain secara reguler di Inter Milan.

Beban Prancis juga bertambah, karena pada leg pertama mereka harus melawat ke Dublin. Padahal mereka berencana untuk mengamankan tiket secepat mungkin agar tidak bergantung pada leg kedua. Karena Prancis sangat menyukai leg pertama, ketika pertarungan fisik menjadi menu utama, taktik dan skill prancis punya tapi, stamina dan semangat, itulah yang harus di miliki secara konstan agar dapat lolos ke putaran final Piala Dunia 2010.

Dan mengenai Portugal, saat kualifikasi harus berjuang habis-habisan dengan Swedia untuk menjadi runner up di grup. Di sisi lain, Bosnia (lawan Portugal di Play Off) terbilang mulus dan tanpa kendala berarti ketika bertarung di putaran grup.

Dan, persoalan Portugal pun bertambah, pemain terbaiknya terancam tidak dapat dimainkan. Cristiano Ronaldo, pemain Real Madrid dibekap cedera engkel yang memaksa klubnya tidak mengijinkan Ronaldo bermain untuk Portugal di kualifikasi melawan Bosnia.

Di sini permasalahan terjadi, akibat kengototan Portugal untuk memainkan Ronaldo, membuat kubu Real meradang. Carlos Queiroz, pelatih Portugal tetap pada pendiriannya untuk memainkan pemain bintangnya walaupun cuma bermain beberapa menit.

Di satu sisi kubu Real Madrid akan terus memperjuangkan pemainnya untuk tetap di Madrid. Real Madrid akan mempergunakan aturan FIFA pasal 29 ayat (1) paragraf keempat dalam regulasi status dan transfer pemain yang berbunyi “pemain yang cedera / sakit tidak bisa mendapatkan ijin keluar dari Asosiasi (klub) untuk mewakili negaranya. Jika klub bersedia, boleh melakukan pemeriksaan medis yang dipilih klub. Dengan keinginan pemain, pemeriksaan itu dilakukan di teritorial klub di mana pemain itu terdaftar.

Alasan pihak Real Madrid untuk menggunakan aturan FIFA ini disebabkan karena Portugal akan melakukan pemeriksaaan kesehatan kepada pemainnya menggunakan tim medis Portugal sendiri.

Iklan