logo champions league4Andaikata pertandingan ini fase knock out sudah dipastikan Real Madrid tersingkir, tapi ini masih penyisihan grup dimana setiap tim masih punya kans yang sama dari tiap-tiap pertandingan. AC Milan dan Real Madrid adalah penghuni grup C bersama Marseille dan Zurich. Pada pertandingan dini hari tadi, AC Milan dan Madrid berbagi angka sama 1 – 1, yang peringkat pertama masih dipegang Madrid. Sebenarnya point kedua tim (Madrid dan Milan) sama yakni 7, tapi Madrid unggul dalam selisih gol. Dipertandingan grup C lain, Marseille membantai tamunya FC Zurich dengan skor telak 6 – 1.

Kembali ke pertandingan Milan – Madrid. Madrid datang ke San Siro mengusung misi revans terhadap tuan rumah. Dimana pada first leg di Bernabeu, Madrid mengalami kekalahan menyakitkan dari Milan dengan skor 3 – 2. Namun, usaha balas dendam Madrid tidak tercapai, gempuran demi gempuran yang dilancarkan Madrid mampu diredam dengan permainan impresif Milan. Permainan saling menyerang yang diperagakkan kedua tim hanya mampu menciptakan 2 gol sepanjang 90’ menit normal. Gol Madrid dilesakkan Karim Benzema pada menit ke-29’, gol tersebut berawal dari kontribusi Kaka yang hasil tendangannya mampu di blok Dida, namun blocking Dida memantul mengarah Benzema yang akhirnya mampu membuat Madrid unggul 1 – 0. Sedangkan gol Milan diciptakan oleh Ronaldinho di menit 35’ dari titik putih, akibat hands ball pemain Madrid di kotak terlarang saat mengantisipasi crossing Zambrotta.

Jalannya pertandingan

Pada menit-menit awal, Madrid langsung menyusun serangan dengan tidak memberi ruang gerak pada pemain-pemain Milan. Alhasil, selama 30’ menit pertandingan di babak I, Madrid sukses mengunci Milan agar permainan Rossoneri tidak berkembang. Dengan permainan agresif yang diterapkan Madrid, Peluang demi peluang mampu diciptakan dan nyaris membuat ketar-ketir kubu Milan, namun Dida yang bertugas di bawah mistar Milan berhasil meredamnya, tercatat ada 7 shooting ke arah gawang Milan yang di lakukan pemain-pemain Madrid, diantaranya: pada menit 6’, shooting Karim Benzema yang dikawal Nesta, berhasil ditepis oleh Dida setelah menerima bola sodoran Kaka. Menit ke-8’, tembakan dari luar penalti yang dilakukan Marcello berhasil ditangkap dengan sempurna oleh Dida. Menit ke-10’, Nesta salah mengantisipasi bola, bola jatuh di kaki Kaka dengan menusuk dari sisi kanan kotak penalti pertahanan Milan, namun assist nya mampu diredam Silva akibatnya berbuah corner. Menit ke-12’, tembakan Sergio Ramos masih melebar di sisi kiri gawang. Sedangkan Milan hanya mampu menciptakan 1 peluang emas dari counter attack yang dikreatori Seedorf yang menggiring bola dari tengah. 3 lawan 4, bola disodorkan ke Pato, satu tekukan, Pato melepas tendangan, namun dapat di blok oleh Casillas.


Bencana Milan terjadi, akibat serangan yang bertubi-tubi dari lawannya, akhirnya gawang Dida kebobolan juga di menit ke-29’. Gol madrid ini, hasil kreator dari Kaka yang menusuk melewati Seedorf, memiliki ruang tembak, Kaka langsung men-shooting bola ke arah kiri Dida, sebenarnya Dida mampu mengantisipasi gerak bola dengan mem-bloknya, tapi sayang, usaha blocking yang dilakukannya sia-sia, bola muntah tersebut berhasil dikuasai Benzema dan sekali shooting bola berhasil bersarang di pojok bawah kanan Milan.

Ketinggalan 0 – 1 membuat Milan terlecut untuk mengejar skor, tidak ingin gawangnya dirobek lagi, para pemain-pemain Milan berhasilberhasil mengembangkan permainan dengan menerapkan ball posession dari kaki ke kaki dan pressing, sehingga lambat laun Milan berhasil keluar dari tekanan Madrid.

Akhirnya pada menit ke-35’, upaya Milan untuk menyamakan skor berbuah manis. Walaupun gol yang diciptakan Ronaldinho dari titik putih, tapi hal itu sudah dapat membuat mental Milan kembali naik. Gol tercipta berawal dari umpan Ronaldinho kepada Zambrotta, berkreasi di dalam kotak penalti Madrid, Zambrotta melepas umpan, namun bola tertahan oleh pemain belakang Madrid, dan di mata wasit, bola yang dilepas Zambrotta mengenai tangan pemain Madrid. Peluit wasit berbunyi, dan wasit menunjuk titik putih, Ronaldinho mengambil eksekusi penalti tersebut, dengan dingin menaklukan Casillas yang salah bergerak mengantisipasi bola penalti tersebut.

Setelah kedudukan imbang 1 – 1, permainan kedua tim menjadi menarik. Silih berganti serangan dibangun untuk menciptak peluang yang dapat berbuah gol. Anti klimaksnya, gol Pato di menit 37’ dianulir wasit. Pato dianggap telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu sebelum melesakkan bola ke gawang Casillas. Pelanggaran Pato terjadi saat duel udara dengan pemain belakang Madrid.

Memasuki babak II, pertandingan masih berjalan menarik. Kedua tim berupaya untuk memenangkan pertandingan dengan menerapkan strategi yang diusung pelatih masing-masing. Di Milan, terlihat jelas, strategi long pass sering diperagakan, bola tertuju langsung kepada Pato maupun Borriello yang menjadi target untuk menusuk pertahanan Madrid dengan dribble dan Sprint nya, terutama Pato. Sedangkan Madrid , terlihat menggunakan staregi Marking dan Pressing yang ketat, tercatat hampir 2 – 3 pemain Madrid mengeroyok pemain Milan saat menguasai bola, terutama Pato yang sering dtempel habis sehingga beberapa kali jatuh bangun di hadang oleh pemain-pemain Madrid. Namun dengan skill individu yang lebih baik dari para pemain Madrid, Milan mampu melayaninya. Berkali-kali Seedorf, Ronaldinho, Pato, Pirlo, Borriello, Nesta, Silva sering memperdayai para pemain Madrid dengan skill maupun pengalamannya bertanding di kancah Eropa.

Seedorf, pemain tua dan uzur, berani sprint dengan Diarra dan Marcello yang notabane nya usianya jauh dibawah Seedorf. Saat bertarung dengan salah satu pemain Madrid di sisi pertahanan Los Galacticos, Seedorf mampu bermain-main dan melewatinya dengan skill yang dimiliki, yang akhirnya hanya mampu berbuah corner untuk Milan. Ronaldinho dan Zambrrota, bermain taktis dari kaki ke kaki walaupun keduanya di jaga 3 pemain Madrid. Alexandre Pato, berkali-kali dijatuhkanpepe maupun Arbeola yang hasilnya keduanya di kartu kuning oleh wasit di menit 75’ dan 89’. Begitupun Marcello yang diganjar kartu kuning saat menghajar Zambrotta.

Kaka, dikedua pertandingan melawan mantan klubnya tidak terlihat istimewa, hanya mampu dihitung dengan jari kontribusinya dalam menggedor pertahanan Milan. Terlihat jelas Kaka pun mungkin stress, tidak berhasil membawa klubnya unggul melawan Milan, saat mendrible bola masuk ke kotak penalti, Kaka melakukan diving ketika dikawal Ambrosini. Wasit berdiri tidak jauh saat Kaka melakukan diving, dan play on.

Madrid melakukan 2 pergantian pemain, yang kedua-duanya adalah striker, yakni Raul menggantikan Hiquain dan Nisterlooy menggantikan Benzema. Sedangkan di pihak Milan, hanya Borriello yang digantikan Inzaghi. Inzaghi masuk pada menit 78’, dalam 12 menit Inzaghi mampu menciptakan 2 peluang bagus, namun tendangannya masih melebar dari target.

Memasuki menit-menit akhir babak 2, Madrid gencar melakukan serangan agar kedudukan beralih ke mereka, namun usaha para pemain Madrid tidak menemukan titik temu. Pada menit ke-88’, Marcello berhasil men-shooting dengan keras ke arah Dida, namun Dida mampu mem-blok nya. Dan untungnya hasil blocking Dida tidak memantul ke pemain Madrid lagi seperti pada babak pertama yang berhasil merobek jala Milan.

Pada menit ke-89’, Raul mendapat peluang menciptakan gol, tapi tendangannya dari jarak dekat di kotak penalti Milan, dapat ditepis lagi oleh Dida.

Hingga babak kedua usai kedudukan tetap imbang 1 – 1.

Hasil Pertandingan Lainnya

Tuesday, November 3, 2009
Status Home Score Away STAGE VENUE (ATT.)
FT Bayern Muenchen 0 – 2 Bordeaux Group A Allianz Arena
FT Maccabi Haifa 0 – 1 Juventus Group A Kiryat Eliezer
FT Besiktas 0 – 3 Wolfsburg Group B Besiktas Inönü
FT Man. United 3 – 3 CSKA Moskow Group B Old Trafford
FT AC Milan 1 – 1 Real Madrid Group C Giuseppe Meazza
FT Marseille 6 – 1 FC Zurich Group C Stade Vélodrome
FT Apoel Nicosia 0 – 1 FC Porto Group D Neo GSP Stadium
FT Atletico Madrid 2 – 2 Chelsea Group D Vicente Calderon
Iklan