Muntah merupakan keluarnya isi dari lambung melalui mulut baik sedikit ataupun banyak. Hal ini dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Jika kasus ini terjadi pada anak yang sering mengalami muntah, maka sebaiknya Bapak/Ibu memeriksakan buah hatinya ke Dokter langganan Anda agar diketahui dengan jelas kondisinya, karena muntah dapat berindikasi merupakan suatu gejala dari suatu penyakit., jika intensitas muntah sering dan banyak.

Ada beberapa faktor kemungkinan yang menjadi penyebab muntah pada anak maupun orang dewasa, yaitu:

1. Gangguan / penyakit saluran pencernaan.

Lambung / usus merupakan dua dari beberapa bagian dari sistem pencernaan. Dari lambung, asupan makanan akan dikirim ke usus, jika usus bermasalah, seperti usus terlipat (usus masuk usus), maka suplai makanan yang menuju usus akan tidak lancar dan yang terjadi adalah makanan akan kembali, hal ini lah yang dapat memicu muntah. Satu kasus lagi adalah adanya masalah / kelainan pada saluran cerna, yang normalnya di ujung lambung terdapat katup yang secara otomatis dapat menutup dan membuka, jika katup tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka penyempitan menuju usus terjadi, hal inilah yang menyebabkan suplai makanan yang menuju usus tidak lancar, dan yang terjadi makanan berbalik kembali ke saluran pencernaan bagian atas dan memicu muntah. Dari kasus-kasus tersebut, umumnya lebih banyak dialami oleh bayi, yang mungkin bisa disertai dengan diare, dan berat badan tidak naik-naik.

2. Batuk / pilek (flu)

Kasus ini terjadi pada anak saya ketika si kecil mengalami batuk dan pilek. Sebelum usianya menginjak 2 tahun, anak saya jika sedang batuk dan pilek membuat saya sampai menangis, bagaimana tidak menangis, setiap makan pasti keluar lagi, aktivitas makannya jadi terganggu karena setiap makan belum sampai 5 – 10 suapan, makanan yang sudah masuk kembali keluar lagi akibat batuk, karena batuk menekan perut bagian atas terutama lambung yang disertai menumpuknya lendir di tenggorokannya, maka tak pelak, muntah pun terjadi. Periksakanlah buah hati Ibu ke dokter jika sudah ada tanda-tanda si kecil mau flu, jangan biarkan berlarut-larut karena akan menyiksa si kecil dan ibu sendiri.

3. Tumor otak

Mendengar namanya saja kita akan ketakutan. Waspadailah jika si anak muntah disertai dengan mual, lesu, lemas dan adakalanya disertai demam, indikasi awal karena adanya tekanan dalam kepala akibat adanya suatu benjolah. Malah, jika keadaan seperti ini sudah parah, dapat disertai kejang, sakit kepala yang hebat, kaki dan tangan kaku atau bisa juga dapat terjadi kelumpuhan. Segera periksakan kondisinya agar diketahui dengan pasti apa penyebabnya, bisa dilakukan CT Scan.

4. Mabuk perjalanan

Kasus seperti ini biasanya anak tidak kuat terlalu lama di dalam perjalanan, dan umumnya anak akan mengalami pusing, lemas, mual dan nafsu makan pun jadi hilang, hingga dapat menyebabkan muntah. Tidak hanya anak-anak saja, tapi orang dewasa pun ada yang mengalami seperti ini. Faktor lain, dapat juga karena stamina / daya tahan tubuh sedang drop atau menurun, sehingga dapat memicu asam lambung meningkat tinggi. Atau juga karena faktor kebiasaan, bagi anak yang terbiasa mengendarai sepeda motor jika berpergian, jika sekali waktu di ajak naik mobil atau bus, mungkin karena tidak terbiasa, maka yang terjadi adalah pusing dan lemas yang terkadang jika tidak kuat dapat memicu muntah. Untuk mengurangi kendala seperti ini biasanya dapat mengkonsumi obat anti mabuk.

5. Masalah sensitifitas

Ada beberapa anak / orang dewasa yang mempunyai masalah pada organ penciumannya. Jika mencium bau khas tertentu, maka otak akan memerintahkan lambung untuk berkontraksi, dan yang terjadi rasa mual hingga muntah pun terjadi.


6. Kehamilan

Pada awal-awal kehamilan, beberapa ibu akan mengalami yang namanya morning sickness, hal ini lumrah dan wajar, karena tubuh ibu yang sedang hamil mengalami perubahan yang memicu mual dan muntah, salah satunya yaitu perubahan hormon progesteron. Hormon yang terbentuk otomatis karena adanya aktivitas di dalam seorang ibu yang sedang hamil.

Muntah yang terjadi pada anak sebaiknya harus menjadi perhatian yang serius bagi orangtua. Karena satu sisi, daya tahan tubuh anak-anak belum lah terbentuk dengan maksimal jika dibandingkan dengan orang dewasa. Bagian-bagian tubuh pada anak masih mengalami pertumbuhan, beda dengan orangtua yang sudah mentok / full pertumbuhannya organ-organnya.

Penanganan awal pada bayi adalah memberikan sebanyak-banyaknya ASI yang mampu dikonsumsi agar tidak dehidrasi. Pada anak yang sudah agak besar, beri banyak minum / makanan yang tidak terlalu keras atau padat sampai muntahnya sembuh, tujuannya adalah agar tidak keselek (tersedak) pada saat muntah.

Jika muntah masih berlanjut dan sering yang disertai dengan volume muntah yang dikeluarkan banyak, segera periksakan ke dokter agar dapat penanganan lebih lanjut.

Iklan