Dan hasil pertandingan yang Lain

Akhirnya, Milan mengakhiri perlawanan Real di stadion angker milik Madrid itu, Santiago Bernabeu dengan skor 3 – 2 pada lanjutan Liga Champions kamis dini hari (22/10). Milan datang dengan kepercayaan diri setelah di Serie A, 3 hari yang lalu mengantongi kemenangan atas AS Roma 2 – 1.

Real Madrid adalah tim dunia, mereka telah memenangi 9 kali juara champions dan pemain-pemainnya pun kelas dunia. Tapi, ingat…Milan adalah satu-satunya tim yang mempunyai gelar “The Dream Team” pada era Trio Belanda, Milan pun telah mengantongi juara Eropa sebanyak 7 kali. Dan pada pertandingan dini hari tadi, AC Milan memperlihatkan bahwa mereka adalah “The Real Dream Team”. Pahlawan Milan datang dari striker Brazil yang juga merupakan kompatriotnya Kaka (Madrid) dengan mencetak 2 gol ke gawang Iker Casillas.

Sejatinya, pertandingan antara AC Milan dan Real Madrid adalah pertandingan temu kangen bagi kaka dengan para pemain dan official Milan. Sebelum pindah ke Madrid Kaka adalah ikon Milan, dan Milan lah yang membesarkan Kaka, kini Kaka berhadapan dengan para sahabatnya sendiri. Namun, dalam pertandingan ini Kaka tidak bisa membawa Madrid mengalahkan AC Milan.

Jalannya pertandingan

Madrid tanpa Cristiano Ronaldo yang absen karena cedera engkel, berupaya menekan Milan sejak menit-menit awal, alhasil Milan benar-benar tertekan oleh agresivitas permainan yang dikembangkan Raul cs. Mengandalkan Kaka, Alonso, dan Raul, Madrid berhasil membuat Milan bertahan di separo lapangannya sendiri. Dan Milan pun hanya sesekali saja menyerang, tapi ketika Milan menyerang, kesalahan passing, kontrol bola yang tidak sempurna serta adanya pressing dari 2 sampai 4 pemain Madrid, menjadikan Milan tidak kuasa memainkan pola dan tempo permainan.


Akhirnya, Milan pun membuat kesalahan sendiri yang mengakibatkan mereka tertinggal 1 – 0 di menit 19’. Kesalahan fatal kali ini dilakukan oleh Dida, yang pada pertandingan sebelumnya saat melawan Roma, kesalahan dilakukan oleh Thiago Silva. Hasil sepakan salah satu pemain Madrid dari luar kotak penalti tidak sempurna ditangkap Dida, bola terlepas dan memantul mengenai paha kiper Brazil tersebut, bola liar bergulir, dengan cepat Raul mencuri bola tersebut yang tidak mampu di kuasai lagi oleh Dida. Dan akhirnya bola meluncur tanpa adanya penjagaan dari para pemain Milan.

Setelah tertinggal 0 – 1, permainan Milan bukannya menjadi baik malah stagnan dan menjadi lebih tidak berkembang. Sebaliknya, pemain-pemain Madrid terus mengurung Milan, hingga Pato sampai ke belakang menjemput bola sendiri. Beberapa kali pemain-pemain Madrid berhasil melepaskan tembakan-tembakan yang menghujam ke gawang Milan, tercatat ada 5 shoot yang mengarah tepat ke gawang. Sedangkan Milan 0 shoot on target.

Di babak pertama, Milan hanya mempunyai 2 peluang. Yang pertama tendangan Pirlo di menit 11’ masih jauh di atas mistar gawang Casillas dan yang kedua passing Seedorf yang tidak berhasil di maksimalkan oleh Inzaghi di menit 25’, selebihnya Milan hanya mampu menyerang di separo pertahanan Madrid.

Memasuki babak II permainan Milan pun tidak kunjung membaik, permainan masih dikuasai Madrid, tercatat beberapa peluang diciptakan oleh pemain-pemain Madrid, menit ke 46’, sepakan Raul melenceng di sisi kiri gawang, menit ke 49’ tembakan Kaka masih bergulir di sisi kanan gawang Milan, Menit ke 51’ tendangan Kaka masih bisa berhasil ditepis Dida, menit ke 55’ shooting Raul masih dapat ditangkap Dida. Sedangkan Milan hanya 1 kali, saat Inzaghi melepaskan tembakan yang berhasil diantisipasi dengan mudah oleh Casillas.

Hingga memasuki menit ke-60’, permainan masih dipegang kendali Madrid. hal ini membuat pendukung Milan sudah pasrah akan keadaan tim nya yang sepertinya tidak dapat mengembalikan keadaan situasi permainan. Menit ke 60’, Inzaghi ditarik keluar oleh Leonardo dan digantikan oleh Marco Borriello.

Hingga keajaiban itu datang, ditengah permainan yang tidak beranjak berkembang, mental kejuaraan yang bertitel Champions League, membuat Milan berhasil keluar dari tekanan. Kepercayaan diri datang, saat Andrea Pirlo berhasil melesakkan bola ke gawang Casillas pada menit ke 62”. Amazing Goal, itulah sebutan dari saya ketika melihat gol yang diciptakan oleh Pirlo, dari jarak sekitar 30 – 35 meter, Pirlo yang mempunyai spesialis tendangan akurat, men-shootting dari jarak jauh, bola melesat kencang menghujam gawang yang tidak dapat diantisipasi Casillas yang sepertinya kaget, sehingga tidak siap menerima bola kiriman Pirlo.

Kedudukan 1 – 1, membuat mental dan kepercayaan diri Milan bangkit, perlahan-lahan permainan Milan mulai berkembang, kali ini Milan berhasil menekan balik Madrid. Menit ke 63’, tembakan Zambrotta masih melebar di sisi kanan gawang Madrid. Kelihatan, para pemain Madrid down akibat gol yang menyamakan kedudukan tersebut. Hingga pada menit ke 65’, Milan berhasil menceploskan bola lagi ke gawang Madrid, kedudukan menjadi 2 – 1 untuk Milan. Gol ini tercipta dari long pass Ambrosini dari tengah menuju Pato. Casillas meninggalkan gawangnya untuk menyambut passing Ambrosini, namun Casillas salah mengantisipasi bola, hingga bola berhasil di kuasai Pato, dengan sekali sentuhah, bola meluncur tajam ke gawang yang kosong tanpa penjagaan.

Unggul 2 – 1, membuat Milan di atas angin. Serangan yang dibangun membuat para pemain Madrid ketar-ketir. Peluang Seedorf pada menit ke-67’, dari hasil kerja Ronaldinho tidak dimanfaatkannya, tembakannya melambung di atas mistar.

Tidak ingin timnya kebobolan lagi, Madrid berupaya untuk membalasnya. Hal ini tidak sia-sia. Berawal dari sepak pojok, Raul mengirim bola ke Orenthe yang berdiri bebas di luar kotak penalti Milan, Orenthe melepaskan tendangan keras kaki kiri, yang meluncur di sisi kiri gawang yang dijaga Dida. Skor menjadi 2 – 2.

Skor kembali imbang, serangan-serangan yang dibangun kedua tim mampu menciptakan beberapa peluang. Peluang terbaik di peroleh Pato pada menit ke-84’, yang tendangannya berhasil ditepis oleh kaki Casillas hingga berbuah sepak pojok.

Menit ke-80’, wasit menganulir gol yang diciptakan Raul, namun gol tersebut berbau offside. Berawal dari sepakan Kaka yang berhasil di blok Dida namun tidak sempurna, bola memantul dan dicongkel oleh Raul. Karena Raul sudah berdiri offside saat Kaka melepas tembakan, maka gol ini pun di anulir.

Menit ke-86’, kali ini giliran Milan yang mendapat anulir gol dari wasit. Berawal dari sepak pojok, Thiago Silva yang dikawal 2 pemain Madrid yang salah satunya Raul, berhasil menanduk bola hingga menghujam gawang Casillas. Gol ini dianulir karena wasit berpendapat Silva telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu dengan menaiki punggung Raul saat duel di udara. Akibat gol anulir ini, insiden kecil antara kedua tim terjadi. Raul dan Nesta mendapat kartu kuning akibat adanya kontak antar dua pemain ini.

Mental juara benar-benar diperlihatkan kali ini oleh Milan. Pada menit ke-87’, Seedorf yang menguasai bola di kotak penalti Madrid, mengirim bola pada Pato yang berdiri bebas tanpa pengawalan. Dengan bebas, Pato memberi tembakan akurat pada Casillas yang berhasil merobek gawangnya. Skor 3 – 2 buat Milan hingga peluit wasit berbunyi mengakhiri pertandingan.

Pemain:

Dida; Oddo, Nesta, Silva, Zambrotta; Ambrosini, Pilo, Seedorf, Ronaldinho (Flamini 91’), Inzaghi (Borriello 60’), Pato

Statistik:

Shooting

Real Madrid: 26 (10)

AC Milan: 12 (4)

Posession Ball:

Real Madrid: 55 %

AC Milan: 45 %

Corner:

Real Madrid: 8

AC Milan: 3

Kartu Kuning:

Real Madrid: Albiol, Raul dan Marcello

AC Milan: Zambrotta, Nesta

Goal:

Real Madrid: 2 (Raul 19’, Orenthe 75’)

AC Milan: 3 (Pirlo 62’, Pato 66’ dan 78’)

GRUP C

Team

Main

Win

Draw

Lose

Selisih Gol

Point

Real Madrid

3

2

0

1

10 – 5

6

AC Milan

3

2

0

1

5 – 4

6

Marseille

3

1

0

2

2 – 5

3

Zurich

3

1

0

2

3 – 6

3

Hasil Selengkapnya:

Tuesday, October 20, 2009

Status

Home

Score

Away

STAGE

VENUE (ATT.)

FT

Debrecen

3 – 4

Fiorentina

Group E

Stadion Oláh Gábor Útcai

FT

Liverpool

1 – 2

Lyon

Group E

Anfield

FT

Barcelona

1 – 2

Rubin Kazan

Group F

Estadio Camp Nou

FT

Inter Milan

2 – 2

Dyamo Kiev

Group F

Giuseppe Meazza

FT

Rangers

1 – 4

Urz Unirea

Group G

Ibrox Stadium

FT

Stuttgart

1 – 3

Sevilla

Group G

Mercedes-Benz Arena

FT

AZ Alkmar

1 – 1

Arsenal

Group H

Almaarderhout

FT

Olympiakos

2 – 1

Liege S.

Group H

Karaiskaki Stadium

Wednesday, October 21, 2009

Status

Home

Score

Away

STAGE

VENUE (ATT.)

FT

Bordeaux

2 – 1

B. Muenchen

Group A

Jacques Chaban-Delmas

FT

Juventus

1 – 0

Maccabi Haifa

Group A

Stadio Olimpico Grande Torino

FT

CSKA Moskow

0 – 1

Manc. United

Group B

Luzhniki Stadium

FT

Wolfsburg

0 – 0

Besiktas

Group B

Volkswagen Arena

FT

Zurich

0 – 1

Marseille

Group C

Letzigrund Stadion

FT

Real Madrid

2 – 3

AC Milan

Group C

Santiago Bernabéu

FT

Chelsea

4 – 0

A. Madrid

Group D

Stamford Bridge

FT

Porto

2 – 1

Apoel Nicosia

Group D

Estadio do Dragao

Video Madrid – Milan

Download