Gempa adalah salah satu peristiwa alam yang membuat banyak kekhawatiran bagi semua manusia yang tinggal di planet bernama bumi. Namun sebenarnya, gempa bumi tidaklah membunuh, yang membunuh adalah runtuh atau ambruknya rumah atau bangunan, terjadinya longsoran tanah dan kebakaran akibat gempa tersebut. Jika gempa berkekuatan besar dan terjadi di laut dengan kedalaman lebih dari 75 km, maka yang membunuh adalah naiknya air laut atau yang disebut tsunami.

Persepsi masyarakat mengenai gempa bumi adalah peristiwa alam yang membunuh dan merusak, sehingga rasa khawatir hingga menimbulkan rasa traumatik menjadikan gempa bumi adalah suatu kiamat. Namun kiamat itu hanyalah merupakan kiamat sugra. Rasa khawatir timbul karena gempa terjadi hanya dalam rentang waktu yang sangat dekat dari gempa yang terjadi sebelumnya, bukan berpuluh-puluh tahun, melainkan hanya dalam hitungan bulan ataupun hari, gempa kembali mendatangi wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian selatan.

Berkaitan dengan gempa terhadap rasa khawatir dan traumatik, setidaknya harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah maupun masyarakat itu sendiri, bagaimana seharusnya menghadapi gempa? Bagaimana agar psikis seseorang tidak menjadikan gempa itu merupakan sesuatu yang menakutkan?

Mungkin diantaranya dapat dilakukan identifikasi sumber ancaman atau bahaya di lingkungan sekitar. Misalnya, apakah bangunan yang kita tempati di bangun dengan cara yang benar atau tidak? Apakah berada dilereng-lereng bukit atau berada dilembah? Ataukah berada di bendungan atau DAM?

Identifikasikan pula hal-hal yang dapat menjadi ancaman atau bahaya di dalam rumah, Misalnya, benda-benda yang menggantung yang bisa jatuh akibat adanya getaran, benda-benda besar yang berdiri tanpa di ikat atau ditopang pada sesuatu yang kokoh atau konstruksi tangga yang dibuat tidak kokoh.

Tak ada salahnya masyarakat mulai membuat rencana kesiapsiagaan. Gempa bumi selalu diawali oleh guncangan ringan yang seringkali diabaikan. Guncangan ini hanya berlangsung beberapa detik. Namun, jika kita mampu mengenalinya, maka waktu beberapa detik itu adalah waktu yang sangat berharga untuk menyelamatkan diri, baik itu langsung berlari ke luar rumah/gedung atau berlindung di dalam rumah/gedung dengan mencari tempat yang aman dan kokoh.

Gempa-gempa di Indonesia

Tanggal

Tempat

Kekuatan (SR)

Korban (Jiwa)

20 Januari 1917

Bali

8,5

1.500

01 Februari 1938

Laut Banda

7,6

24 Januari 1965

Sanana, Laut Seram

7,6

71

25 Juni 1976

Papua

7,1

5.000

12 Desember 1992

Flores

7,8

2.500

04 Juni 2000

Sumatera Selatan

7,9

103

10 Oktober 2002

Irian Jaya

7,6

8

02 November 2002

Sumatera Utara

7,4

3

26 Mei 2003

Halmahera

7,0

1

28 Januari 2004

Laut Seram

6,7

05 Februari 2004

Irian Jaya

7,0

37

07 Februari 2004

Irian Jaya

7,3

25 Juli 2004

Sumatera Selatan

7,3

11 November 2004

Kepulauan Alor

7,5

34

26 November 2004

Papua

7,1

32

26 Desember 2004

Kepulauan Andaman, NAD

9,1

227.898

01 Januari 2005

Pantai Timur Sumatera Utara

6,7

19 Februari 2005

Sulawesi

6,5

26 Februari 2005

Simeulue

6,8

02 Maret 2005

Laut Banda

7,1

28 Maret 2005

Sumatera Utara

8,6

1.313

10 April 2005

Kepulauan Mentawai

6,7

14 Mei 2005

Nias

6,7

19 Mei 2005

Nias

6,9

05 Juli 2005

Nias

6,7

19 November 2005

Simeulue

6,5

27 Januari 2006

Laut Banda

7,6

14 Maret 2006

Laut Seram

6,7

4

16 Mei 2006

Nias

6,8

26 Mei 2006

Yogyakarta

6,3

5,719

17 Juli 2006

Jawa Bagian Selatan

7,7

730

02 Januari 2007

Laut Molucca

7,5

4

06 Maret 2007

Sumatera Selatan

6,4

67

26 Juli 2007

Laut Molucca

6,9

08 Agustus 2007

Jawa

7,5

12 September 2007

Sumatera Selatan

8,5

25

12 September 2007

Kepulauan Mentawai

7,9

20 September 2007

Sumatera Selatan

6,7

24 Oktober 2007

Sumatera Selatan

6,8

25 November 2007

Sumbawa

6,5

3

20 Februari 2008

Simeulue

7,4

3

25 Februari 2008

Kepulauan Mentawai

7,2

16 November 2008

Minahasa, Sulawesi

7,4

6

03 Januari 2009

Pantai Utara Papua

7,6

5

11 Februari 2009

Kepulauan Talaud

7,2

02 September 2009

Tasikmalaya, Jawa Barat

7,0

73

10 September 2009

Yogyakarta

7,0

30 September 2009

Padang, Sumatera Barat

7,6

770

Iklan