AC Milan hanya mampu bermain imbang tanpa gol ketika menjamu Bari dalam lanjutan Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (27/9). Milan pun melanjutkan rekor buruk mereka, tak mencetak gol dalam dua laga terakhir.

Pada duel Serie A terakhirnya, Milan juga tak mencetak gol saat menghadapi Udinese. Mereka akhirnya dipaksa menyerah 0-1.

Pelatih Leonardo pun memahami masalah tumpulnya lini depan Milan. Menghadapi Bari, ia mencoba formula baru, yaitu menduetkan Klaas-Jan Huntelaar dan Ronaldinho di lini depan dengan didukung Clarence Seedorf sebagai penyerang lubang. Dukungan pendukung juga diharapkan memberikan energi lebih untuk Massimo Ambrossini dkk. Sayang, mimpi Leonardo tak menjadi kenyataan.

Bermain di kandang sendiri, AC Milan malah tertekan. Usaha untuk membangun koordinasi permainan solid kandas oleh lugasnya permainan Bari, yang rajin mengejar dan memotong alur umpan Milan. Ketika mendapat peluang pun, mereka tanpa pikir panjang langsung melepas ancaman.

Permainan ngotot Bari mengganggu aliran suplai bola Milan ke depan. Tak jarang, Ronaldinho dan Klaas-Jan Huntelaar terpaksa berjuang sendirian untuk mendapatkan dan mempertahankan bola. Fokus mereka untuk mengeksekusi bola pun terbengkalai.

Gangguan fokus juga dirasakan oleh barisan belakang. Mereka sering terlambat menutup ruang Bari yang rajin melakukan serangan balik. Selain itu, ketika mendapat peluang melakukan serangan balik, barisan belakang dan tengah Milan bergerak terlalu lambat sehingga lawan keburu menutup ruang.

Untungnya, bagi Milan, Bari mampu mengimbangi dominasi mereka dengan penyelesaian yang akurat. Dari delapan usaha di babak pertama, Bari hanya mampu menciptakan satu ancaman serius ke gawang Milan, melalui Paulo Vito Barreto pada menit ke-16. Saat itu, tembakannya dari luar kotak penalti mengarah lurus ke dalam dekapan Marco Storari.

Alotnya pertandingan terpaksa diakhiri oleh peluit tanda turun minum. Kedua kubu meninggalkan lapangan dengan angka 0-0 tertera di papan skor.

Memasuki babak kedua, Milan mencoba menggebrak dengan permainan cepat. Mereka pun, untuk pertama kalinya, berhasil menciptakan tembakan tepat ke gawang melalui Andrea Pirlo di menit ke-49. Sayang, bola masih bisa ditepis oleh Jean Francois Gillet.

Bola kemudian memantul ke arah Ronaldinho, yang mencoba menanduk bola ke sudut kiri atas gawang Bari. Sayang, bola masih melambung di atas mistar gawang.

Ancaman itu langsung direspons oleh Bari. Melalui Emmanuel Rivas, mereka berhasil membangun serangan balik cepat yang tak terhalau barisan belakang Milan. Sayang, aksi Rivas yang mengeksekusi bola dari luar kotak penalti masih bisa dikandaskan Storari.

Milan belum bangkit ketika Bari berhasil menciptakan dua peluang beruntun melalui Donati dan Rivas di menit ke-62 dan ke 64. Namun, peluang kembali terbuang percuma karena buruknya eksekusi mereka membuat bola melenceng dari sasaran.

Memasuki menit ke-70, Milan kembali terancam kebobolan. Dalam sebuah serangan balik, Barreto berhasil mengirim umpan terobosan kepada Salvatore Masiello, yang langsung menembakkan bola ke sudut kiri bawah gawang Milan. Lagi-lagi, Storari mampu menyelamatkan gawangnya.

Di tengah derasnya serbuan Bari, Milan menemukan kesempatan unggul melalui Ignazio Abate di menit ke-76. Memanfaatkan bola liar di tengah kotak penalti Bari, ia mencoba menembakkan bola ke sudut kiri bawah gawang. Namun, bola datar nan pelan itu dengan mudah diamankan Gillet dalam dekapannya.

Permainan Milan mulai membaik ketika pertandingan memasuki menit ke-90. Memanfaatkan turunnya stamina Bari, Milan berhasil memberikan tekanan berarti kepada lawan. Namun, beberapa kali menembus kotak penalti lawan, Filippo Inzaghi dkk juga tak mampu membobol gawang Gillet.

Bari sendiri, meski lemah, masih berusaha mencari gol. Namun, Marco Storari bisa mengamankan gawangnya dengan baik dari serbuan Massimo Donati dkk. Pertandingan pun berakhir dengan skor 0-0.

Sepanjang pertandingan itu, Milan menciptakan lima peluang emas dari 12 kali usaha. Sementara itu, Bari melakukan lima tembakan ke gawang dari 17 percobaan.

Dengan hasil ini, Milan masih tertahan di peringkat ke-11 dengan delapan poin. Bari sendiri berada persis di bawah Milan dengan koleksi tujuh poin.

Susunan pemain:

Milan: Storari; Kaladze, Nesta, Zambrotta, Abate; Pirlo, Ambrosini, Gattuso, Seedorf (Pato 56); Ronaldinho (Oddo 71), Huntelaar (Inzaghi 65).
Bari: Gillet; Bonucci, Ranocchia, S Masiello, A Massielo; Gazzi, Donati, Rivas (Meggiorini 71), Alvarez; Barreto (Langella 86), Kutuzov.

Video Milan – Bari