AC Milan memulai laga perdana di Seri A dengan hasil maksimal, Minggu (23/8) dini hari WIB. Bidikan pun kini diarahkan ke partai kedua di mana Inter Milan yang akan dihadapi. Kemenangan atas Siena di laga pembuka merupakan jawaban sekaligus pembuktian “Rossoneri”.

Hasil mengecewakan dituai Milan di sejumlah laga pra-musimnya. Satu-satunya hasil memuaskan di periode itu cuma dituai Rossoneri ketika mengalahkan Juventus untuk merebut Trofeo Berlusconi.

Apa yang diraih Milan itu sempat membuat Wakil Presiden Adriano Galliani merisaukan laga perdana di Seri A kontra Siena. Namun, nuansa hatinya berubah 180 derajat setelah Ronaldinho cs menang 2 – 1.

“Kami tahu itu akan jadi partai yang ketat. Siena menyerang kami sepanjang pertandingan, tapi semuanya berjalan baik,” puji Galliani.

“Saya melihat penampilan luar biasa dari duo bek tengah yang diperkuat (Alessandro) Nesta dan Thiago Silva, dan Ronaldinho menginterpretasikan dengan baik peranannya di lini depan,” lanjutnya.

Dengan hasil tersebut, Galliani pun menyuarakan optimisme sebelum pertandingan melawan juara bertahan Inter pada giornata kedua nanti. “Sekarang ada derby dan dengan tiga poin di kantong kami, semuanya jadi terasa beda,” serunya.

Pembuktian diri

Hasil jeblok AC Milan di pra-musim membuat mereka diragukan kesiapannya untuk mengarungi Liga Italia musim ini. Di musim panas lalu Milan ditinggal pelatih, kapten serta pemain terbaiknya, Carlo Ancelotti, Paolo Maldini, dan Kaka. Di sisi lain, “Diavolo Rosso” tidak melakukan pembelian yang terbilang besar di jeda transfer untuk menambal lubang yang ditinggalkan sang gelandang Brasil.

Kondisi tersebut berpengaruh pada hasil yang dipetik sepanjang ujicoba pra-musim, di mana Milan cuma meraih dua kemenangan dari 11 laga. Massimo Ambrosini cs pun mulai disingkirkan dari daftar kandidat juara Seri A musim ini.

Namun anggapan itu berusaha dipatahkan Diavolo Rosso dengan memetik kemenangan atas Siena dengan skor 2-1 di pekan pertama Seri A. Meski cuma menang tipis, Leonardo menyebut raihan tiga angka timnya itu merupakan pembuktian kalau keraguan yang dialamatkan kepada Milan selama ini tak terbukti.

“Setiap orang sangat bersemangat di luar sana, namun di atas semua ini, hal itu membuktikan diri mereka setelah hasil kurang berkesan di pra-musim,” tuturnya.

Milan patut berterima kasih pada Pato yang memborong dua gol kemenangan dalam laga tersebut. Namun di sisi lain, Leonardo juga memberi kredit besar buat Dinho yang mampu menjadi otak permainan Milan dan ikut membantu membidani dua gol tersebut.

“Ronaldinho dapat bermain di semua posisi menyerang dan juga dapat mencetak gol. Ini merupakan karakter yang hebat, dia menemukan ruang yang tepat di lapangan dan ini pertanda positif,” pungkasnya. (B.98/net)**

Susunan pemain:

Siena: Curci; Brandao, Ficagna, Del Grosso, Rossettini; Codrea (Ekdal 57), Fini (Paolucci 57), Vergassola, Jarolim (Reginaldo 79); Maccarone, Paolucci

Milan: Storari; Thiago Silva, Nesta, Zambrotta, Jankulovski; Pirlo, Flamini, Gattuso (Ambrosini 59), Ronaldinho; Boriello, Pato.

Video

Iklan