Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kecintaan yang hakiki. Kecintaan yang tidak sekedar basa-basi. Tapi, kecintaan yang bisa menjadi jalan bertemu dengan Illahi Rabbi.

Cinta pertama, cinta shalat. Shalat amalan yang pertama kali di hisab di yaumil akhir nanti. Jika shalatnya sempurna, sempurna pula amalannya. Sebaliknya, sebagus dan sebanyak apa pun amalan lainnya jika tidak diiringi shalat maka akan sia-sia saja, tidak akan ada nilainya.

solat

Kedua, cinta shaum. Shaum adalah latihan bagi seorang muslim. Berlatih menahan makan, minum, dan nafsu. Juga melatih kepedulian. Di saat perut laper, kita akan teringat pada saudara-saudara kita yang lain yang belum tentu bisa makan. Ingat pada anak-anak jalanan, fakir miskin, orangtua jompo, sehingga terbesit kepedulian untuk berbagi dengan mereka.

Ketiga, cinta Al Qur’an. Al Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat muslim. Dan Al Qur’an ada untuk dipelajari dan diamalkan bukan sekedar dibaca dan dihapalkan.

al quran

Keempat, cinta sedekah. Banyak keutamaan yang diperoleh dari sedekah. Selain dapat mendatangkan rezeki, penolak bala, menyembuhkan penyakit, juga memperpanjang umur. Dan, Allah akan melipatgandakan pahala bagi yang melakukannya. Sebagaimana yang tersirat dalam surat Al Baqarah ayat 261. Allah mengumpamakan orang yang bersedekah dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada setiap tangkainya ada seratus biji. Artinya, setiap satu kebaikan yang kita lakukan Allah akan membalas dengan beratus-ratus kebaikan.

Kelima, cinta masjid. Masjid menjadi rumahnya Allah. Maka masjid kerap menjadi tempat berkumpulnya orang-orang untuk shalat berjamaah, mengkaji ilmu agama, mempererat kasih sayang dan sebagainya.

Demikianlah, lima kecintaan yang harus tertanam dalam diri seorang muslim. Semoga kita diberi kemampuan untuk mengamalkannya. Wallahu’alam bishshawwab.