Setelah sekian lama mengikuti informasi cepatnya penyebaran flu babi di berbagai belahan dunia. Akhirnya datang juga kabar buruk itu: di Indonesia telah hadir penyakit yang paling ditakuti dunia saat ini.

flu babi

Memang kehadiran flu babi disini sebenarnya hanya tinggal menunggu waktu, mengingat tingkat penyebarannya yang sangat cepat sehingga organisasi kesehatan dunia (WHO) telah memutuskan menetapkan status flu babi sebagai pendemi. Artinya, penyebaran virus flu jenis ini (H1N1) sudah mengancam secara global. Hal ini harus dimaklumi karena sangat pesat dan cepatnya perkembangan transportasi dan perpindahan manusia ke berbagai penjuru dunia.

Status pendemi flu babi adalah yang kedua dalam 41 tahun terakhir. WHO pernah menetapkan status serupa atas flu Hongkong pada tahun 1968 yang menewaskan sekitar satu juta manusia. Bandingkan dengan flu biasa yang rata-rata membunuh 25 – 500 ribu orang setiap tahun.

Pada 2009, kasus penyakit mirip influenza pertama kali dilaporkan di Mexico pada bulan maret. Penyebabnnya dikonfirmasi sebagai virus babi influenza A. Penelitan dilanjutkan untuk mengklarifikasi penyebaran dan tingkat keparahan flu babi di Meksiko.

Kasus klinis yang dicurigai sama dilaporkan di 19 dari 32 negara bagian Mexico. Walaupun hanya 18 orang yang telah dikonfirmasi secara laboratorium sebagai penderita influenza virus A atau H1N1, sekitar 1.600 kasus dan 103 kematian di Mexico dinyatakan disebabkan oleh flu babi. Kasus flu babi selanjutnya terjadi di Amerika Serikat, Kanada dan Inggris (Skotlandia), dengan kecurigaan kasus di Prancis, Israel, Brazil dan sejumlah negara dikawasan Asia.

Manifestasi Klinis

Gejala flu babi pada manusia sama dengan gejala influenza pada umumnya. Pada banyak kasus, strain yang menyebabkan wabah flu babi hanya menunjukkan gejala ringan. Manifestasi flu babi sama dengan influenza musimam. Pasien datang dengan gejala penyakit respirasi akut, termasuk minimal dengan gejala berikut:

  • Demam, dapat hingga menggigil
  • Batuk
  • Nyeri tenggorokan
  • Tidak enak badan
  • Sakit kepala
  • Lemas dan leti
  • Diare dan muntah-muntah (mungkin dapat terjadi)
Iklan