Darah memiliki 3 komponen, yaitu:

1. Sel darah merah

Sel darah merah disebut juga hemoglobin atau Hb merah, fungsinya memberi warna merah pada darah, mengantarkan zat-zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh, jika Hb merah dalam tubuh rendah, maka seseorang akan tampak pucat dan lemas.

Sel Darah Merah

Sel Darah Merah

2. Sel darah putih

Dalam istilah kedokteran, sel darah putih disebut lekosit, fungsinya sebagai prajurit untuk menjaga pertahanan tubuh terhadap mahkluk asing yang berbahaya bagi seluruh komponen di dalam tubuh.

Sel Darah Putih

Sel Darah Putih

3. Trombosit

Disebut juga sebagai keping-keping darah, fungsinya menghentikan alirah darah dengan segera bila terjadi perdarahan atau luka.

Trombosit

Trombosit

Perlu diketahui, selain trombosit ada lagi 13 faktor yang membantu proses pembekuan jika trombosit tidak sanggup menghentikan perdarahan. Faktor-faktor tersebut dinamakan faktor koagulasi yang terdiri dari faktor I s/d faktor XIII.

Ketiga komponen darah ini dibentuk dan diproduksi di pabrik bernama sum-sum tulang disetiap tulang panjang pada tubuh.

Ada beberapa kelainan pada darah yang patut kita ketahui

1. Anemia

Anemia terjadi pada sel darah merah. Penyebab utamanya kekurangan zat nutrisi terutama zat besi. Zat besi bisa terdapat pada bahan makan hewani, yakni daging dan hati. Gejala-gejala umum dari anemia adalah tampak pucat, lemas dan lesu.

2. Anemia Aplastik

Adanya kelainan atau kerusakan pada “pabrik” pembuat sel darah merah sehingga tidak dapat memproduksi ke tiga komponen darah dengan baik. Sehingga, bagi penderita aplastik ini harus selalu memperoleh suplai darah lewat transfusi.

3. Anemia Hemolitik

Penyakit ini umumnya menyebabkan sel darah merah mudah pecah oleh berbagai sebab, dapat akut atau kronik. Yang akut umumnya disebabkan oleh gigitan binatang, seperti ular atau sengatan lebah. Sementara yang kronik dikarenakan talasemia, kekurangan enzim untuk membentuk sel darah merah, seperti kekurangan enzim G-6PD, atau adanya kelainan membran atau dinding sel darah merah. Penyakit-penyakit ini umumnya diturunkan oleh orang tua.

4. Talasemia

Merupakan kelainan genetika yang banyak ditemui di Indonesia. Angka pembawa sifat penyakit ini di negara Indonesia berkisar 3 – 10%, artinya 10 dari 100 orang Indonesia adalah pembawa sifat penyakit ini. Pembawa sifat disebut talasemia minor. Mereka tidak pernah memperlihatkan gejala yang berarti, hanya saja saat diperiksa Hb-nya umumnya di bawah nilai normal. Jika diperiksa lebih dalam lagi, ukuran sel darah merahnya lebih kecil dari normal. Sebenarnya penyakit ini banyak ditemui di seluruh dunia. Karena ini termasuk penyakit gen, sampai saat ini masih sulit disembuhkan. Anak penderita talasemia membutuhkan transfusi seumur hidup dengan segala resiko transfusi.

5. Leukimia Akut atau Kanker Darah

Sebenarnya pabrik sel darah penderita leukimia akut normal-normal saja, begitu pun komponen darahnya. Namun karena berbagai sebab (seperti radiasi, konsumsi bahan-bahan pengawet makanan secara berlebihan) terjadilah proses pembentukan sel darah putih yang abnormal yang pada akhirnya mendesak sel darah merah normal. Dibanding talasemia dan anemia aplastik, harapan kesembuhan kasus leukimia akut lebih besar, yakni dengan pengobatan kemoterapi.

6. Rusaknya Keping Darah / Trombosit

Keping darah bisa rusak karena adanya penyakit-penyakit infeksi virus, atau obat-obatan. Tubuh yang mengalami perdarahan dengan tiba-tiba akan tampak bintik-bintik kemerahan atau lebam kebiru-biruan. Akibat virus yang masuk, tubuh tidak mengenali komponen tubuhnya sendiri sehingga ia menganggap trombosit sebagai benda asing dan dihancurkan. Seperti umumnya penyakit oleh virus, kerusakan ini dapat sembuh sendiri, tetapi jika jumlah trombosit <20.000 sebaiknya mendapat perawatan karena dapat dikhawatirkan dapat terjadi perdarahan setiap saat.

7. Hemofiia

Seperti telah dijelaskan di atas, untuk proses pembekuan darah, selain trombosit , tubuh memiliki faktor pembekuan lain yang disebut koagulasi I – XIII. Penyakit hemofilia merupakan penyakit yang diturunkan oleh ibu kepada anak lelakinya. Tetapi perlu diingat 30% penyakit ini juga dapat terjadi akibat mutasi spontan. Jadi jangan cepat-cepat menyalahkan ibu. Penyakit ini diakibatkan tubuh tidak mempunyai atau sedikit kadar faktor VIII (hemofilia A), atau faktor IX (hemofilia B). perdarahan pada hemofilia, umumnya terjadi lebih dalam dibandingkan dengan perdarahan kekurangan trombosit maksudnya perdarahan terjadi pada sendi, otot, perut dan lainnya.

Iklan