cincin pernikahan

Sesungguhnya pernikahan bagi seorang muslim adalah dia sudah setengah (50%) dalam menyempurnakan agamanya. Pernikahan adalah sunah Rasul, hal ini tertuang dalam sebuah hadist, “jika seseorang tidak segeran menikah padahal ia sudah cukup umur untuk menikah, maka dia bukan termasuk dari umatku”. Begitu penting dan sakral sebuah pernikahan itu, sehingga Rasulullah pun mengancam jika pemuda-pemudi Islam tidak segera untuk menikah, karena pernikahan itu melepas dan menghindari dari sesuatu dosa yang teramat besar.

Sesungguhnya mahligai rumah tangga adalah refleksi kerja sama dari suami-istri, oleh karena itu pernikahan itu membutuhkan saling pengertian dan saling membantu di antara keduanya untuk dapat mewujudkan kebahagiaan sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.

Peran seorang istri di dalam pernikahan sangatlah besar, seorang wanita dapat menciptakan rumah tangganya seindah surga, namun ia juga dapat menciptakan rumah tangganya seburuk-buruknya neraka, namun itu semua kembali pada akhlak yang dimiliki oleh seorang wanita. Peran suami juga sangatlah penting dalam membina, mendidik dan mengarahkan istrinya untuk selalu tetap di jalan Allah, karena seorang wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok, maka peran suami adalah meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang semata-mata karena Allah SWT. Maksudnya adalah seorang istri dapat menjadi fitnah bagi suaminya, hal ini diriwayatkan oleh sebuah hadist, “sesungguhnya istri dan anak-anakmu dapat menjadi fitnah bagimu. Maka peran laki-laki yang menjadi seorang suami sekaligus ayah bagi anak-anaknya, senantiasa selalu membimbing mereka agar selalu ingat kepada Allah, yakni menjalankan semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya yang berpijak pada Al Quran dan hadist.

Iklan