Pemilu

LSI (Lembaga Survei Indonesi) adalah tim sukses SBY – Boediono yang dibiayai oleh Fox Indonesia melansir elektabilitas SBY mencapai 70%, jauh di atas para pesaingnya, yakni Mega – Prabowo 18 % dan JK – wiranto 7 %. Sedangkan LRI (Lembaga Riset Informasi) yang dipimpin oleh Johan Silalahi yakni Direktur LRI yang secara pribadi juga sebagai anggota tim penelitian JK – Wiranto, melakukan survei pada 2 – 5 Juni dengan metode teknik sampling gugus bertahap, LRI menempatkan elektabilitas SBY – Boediono unggul di peringkat pertama dengan 33,02% selisih sekitar 4 % dengan JK – Wiranto yang diperingkat kedua dengan 29,28% dan di bawahnya Mega – Prabowo dengan 20,19%. Sementar itu survei oleh TKN, yakni tim sukses Mega – Prabowo tidak membeberkan angka prosentase, mereka hanya menjelaskan selisih sangat tipis antara yang teratas dengan yang terbawah, hanya selisih kurang dari 10%. Yang masih menempatkan SBY – Boediono di peringkat pertama, kemudian Mega – Prabowo lalu terakhir JK – Wiranto.

Dari hasil survei LRI, responden yang belum menentukan pilihannya juga masih besar, mencapai 17,56%. Survei yang melibatkan 2.096 responden yang berusia 17 tahun ke atas atau telah menikah dengan estimasi margin of error 2,2% pada tingkat kepercayaan 95%. Tingginya pemilih yang belum menentukan pilihan juga membuat medan pertarungan masih terbuka untuk distrategikan mencapai kemenangan oleh ketiga calon pasangan tersebut.

Dari hasi survei ketiga tim sukses pasangan capres-cawapres yang akan maju dalam pemilu tahun ini, mengindikasikan bahwa pasangan SBY – Boediono masih mempunya kharismatik di mata para responden (masyarakat Indonesia), walaupun selisih hasil peringkat pada masing-masing tim survei berbeda-beda, tetap saja pasangan SBY – Boediono masih di percaya masyarakat Indonesia untuk memimpin Indonesia untuk 5 tahun ke depan.

Namun jika ditilik dari hasil survei LRI dan TKN, pemilu akan berlangsung menjadi 2 putaran tidak satu putaran yang dilakukan survei LSI yang mengklaim pasangan SBY – Boediono mendapatkan 70% suara, sehingga kuota 50% untuk langsung menjadi presiden tercapai hanya dengan pemilu satu putaran saja. Tetapi, jika melihat konstelasi yang ada saat ini, mustahil ada pasangan calon yang ektabilitasnya lebih dari 50%. Walaupun pasangan SBY – Boediono tetap di atas dalam pemilu mendatang, namun tetap saja pemilu saat ini akan berlansung menjadi 2 putaran untuk mendapatkan suara lebih dari 50%. Dan satu pasangan lagi untuk maju ke putaran kedua akan diperbutkan oleh pasanan JK – Wiranto dan Mega – Prabowo.