Pada bulan Juli mendatang pemilihan presiden akan digelar, partai Demokrat yang memenangi pemilu pada 9 april lalu, berancang-ancang memilih nama sebagai wapres untuk mendampingi SBY sebagai presiden Indonesia periode 2009 – 2014. Namun, sebelum memilih nama, SBY sudah menentukan 5 kriteria wapres untuk menjalankan bersama-sama roda pemerintahan yang akan datang. Apa saja 5 kriteria wapres bagi SBY:

  1. Punya integritas yang baik. Ditandai dengan kekuatan moral yang tinggi, termasuk politik.
  2. Wapres harus punya kecakapan tinggi untuk mengkoordinasikan dan menyinergikan pekerjaan para menteri segaris dengan kebijakan presiden.
  3. Harus loyal kepada pemerintah dan bebas dari conflict of interest dalam menjalankan misi-misinya.
  4. Harus diterima mayoritas rakyat dan lekat di hati rakyat. Wapres harus berada di dalam satu perahu. Presiden sebagai nahkoda, wapres sebagai pembantu nahkoda.
  5. Wapres harus bisa meningkatkan kekukuhan dan efektivitas koalisi.

Dari 5 kriteria yang disebutkan SBY, ada beberapa kriteria yang merupakan pengalaman-pengalaman SBY ketika berdampingan dengan JK. Pada kriteria ke-2, seorang wapres harus mempunyai kapasitas dan kapabilitas dalam mengkoordinasikan dan menyinergikan para menteri. Hal ini jelas, SBY menegaskan bahwa wapres adalah pembantu presiden bukan pengambil keputusan dan SBY pun mengistilahkan wapres sebagai staff kabinet, kita tahu bahwa seorang staff adalah bukan pengambil keputusan. Kasus: UKP3R (Unit Kerja Presiden Pengelolaan Reformasi) pada tahun 2006. JK tidak setuju dengan keputusan SBY membentuk UKP3R, sehingga keberadaannya tidak efektif. Kriteria ke-3, loyalitas kepada presiden dan bebas dari conflict of interest. Loyal kepada presiden artinya loyal sebagai kepala negara atau kepala pemerintahan bukan loyal kepada pribadinya serta bebas dari conflict of interest yaitu bebas dari politik, ekonomi dan bisnis apa pun. Kasus: posisi JK sebagai ketua umum DPP Golkar kerap merepotkan dan membuat SBY pusing. Kriteria ke- 5 yang disampaikan SBY, jelas terlihat secara implisit SBY ingin menyampaikan pesan khusus kepada Golkar jika ingin berkoalisi dengan Demokrat. Jika partai Golkar ingin mengajukan nama wapres, janganlah memaksakan hanya satu orang yang tidak masuk dalam kriteria tersebut, sebaiknya jangan JK. Karena 5 kritetia tersebut adalah evaluasi terhadap peranan JK selama menjadi wapres. Usunglah beberapa nama untuk wapres, toh kita tahu bahwa tokoh-tokoh Golkar sangat lah banyak dan mereka punya kapasitas dan kelebihan masing-masing yang sangat baik. Tapi apakah di kemudian hari yang dipilih SBY adalah JK? Kita tunggu saja tanggal mainnya.