Setelah 3 hari Presiden Meksiko, Felipe Calderon mengumumkan adanya virus flu babi yang menginfeksi Meksiko, 70 orang telah tewas akbiat virus tersebut.

Virus babi jenis baru yang merupakan kombinasi antara flu babi, flu burung, dan flu manusia ini telah menewaskan 81 orang dan menginfeksi sekitar 1.300 orang di Meksiko. Virus ini juga telah merambah ke Amerika Serikat dan menginfeksi 11 orang di California, Texas, dan Kansas.

“Kementerian Kesehatan tidak bisa memastikan itu adalah flu babi, tapi kemungkinan ada saja,” ujar Menteri Kesehatan Selandia Baru Tony Ryall.
“Meski begitu, semua pasien itu tidak mengalami sakit serius dan kebanyakan mulai sembuh,” imbuhnya.

WHO belum menyatakan penyakit tersebut sebagai pandemi global. Namun WHO memperingatkan kemungkinan itu bisa saja terjadi dan menyerukan agar seluruh dunia waspada terhadap virus ini.
Kasus kematian akibat flu babi menggemparkan dunia. Apa sebenarnya pemicu virus yang dikenal juga dengan nama Schwein Influenza Virus (SIV) tersebut?
“Pemicunya hampir mirip dengan flu burung. Berasal dari binatang yang demam, batuk dan depresi,” kata Dirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga di Makassar, Sabtu (25/4/2009) malam.

Virus ini menyebar dengan sangat cepat. Sejak kasus pertama ditemukan pada Maret lalu, sudah ada temuan kasus yang menular dari manusia ke manusia.
“Termasuk kasus 8 pasien di Amerika, sudah human to human karena terjadi di 3 cluster,” jelasnya.
Namun Tjandra menegaskan, virus ini berbeda dengan tipe flu burung. Jika flu burung bertipe H5N1, maka flu babi H1N1.

Gejala-gejala terkena flu babi sama dengan flu pada umumnya, yaitu demam mendadak, batuk, sakit tenggorokan dan lelah yang luar biasa. Flu gabungan yang bermutasi dari babi juga memunculkan gejala tambahan berupa diare dan muntah-muntah.

Pusat Pencegahan dan Pengontrolah Penyakit AS (CDC) menjelaskan, bahwa virus tersebut adalah influenza A yang berkode H1N1 berisi tipe DNA burung dan manusia. Termasuk di dalamnya virus babi dari Eropa dan Asia.

CDC juga menginformasikan untuk langkah pertama sebelum ada vaksin yang dapat membunuh virus babi itu, dapat mengkonsumsi 2 obat flu, yaitu Tamiflu dan Relenza, kedua-duanya harus segera diminum supaya hasilnya lebih efektif.