air

Air merupakan salah satu unsur dari bumi yang sangat vital bagi kehidupan setiap mahkluk hidup yang tinggal di dalamnya. Tak ada satu pun mahkluk hidup yang dapat bertahan hidup tanpa air, dari matahari terbit hingga terbenam kemudian terbit lagi, tak bisa dipungkiri, bahwa mahkluk hidup seperti contohnya manusia tak dapat dipisahkan dari unsur air, baik itu untuk minum, mandi, mencuci, MCK dan sebagainya.

Bumi sudah sangatlah renta dan tua, kalau tidak manusia sendiri yang di bumi ini adalah mahkluk yang paling berakal, siapa lagi yang dapat merawat dan melestarikan bumi? Setiap bencana yang ditimbulkan bumi, siapa lagi kalau bukan manusia yang harus bertanggung jawab, namun tak ada tanggung jawab, tak ada muhasabah diri, semuanya menyalahkan alam, karena alam manusia banyak yang menjadi korban padahal jika mau berpikir, maka tak ada korban dari pihak manusia yang disebabkan karena alam.

Saat ini bumi sudah mengalami krisis global, baik itu tanah, udara, batu, kayu, maupun air, semua itu sudah mencapai titik klimaks di ambang batas kehancuran, cuaca yang sudah tidak menentu, menipis dan berlubangnya lapisan ozon karena adanya efek rumah kaca sehingga bumi semakin lama semakin panas, banjir dan kekeringan dan sebagainya, itu semua adalah ulah manusia itu sendiri.

Kembali pada persoalan krisis air, seiring semakin panasnya bumi, tak heran air yang berada di permukaan bumi pun akan cepat menguap. Berkurangnya persediaan air diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat penggundulan hutan yang berakibat minimnya daya serap tanah terhadap air.

Banjir dah kekeringan yang sebagian besar melanda daerah-daerah di Indonesia sebenarnya diakibatkan banyaknya kawasan hutan yang berperan sebagai wilayah tangkapan air dan daerah aliran sungai (DAS) yang beralih fungsi menjadi kawasan perumahan dan daerah industri sehingga, ketika hujan, air hujan tak lagi meresap dan tersimpan di dalam tanah, tetapi terus mengalir ke daratan yang lebih rendah hingga akhirnya menimbulkan banjir dan tanah longsor, sementara jika saat musim kemarau datang, karena selama hujan tak ada air yang tersimpan, maka persediaan air dalam tangh menjadi sangat sedikit. Kondisi seperti ini lah yang memicu terjadinya kekeringan yang berkepanjangan.

Kesemrawutan tata kota juga memberi kontribusi besar pada terjadinya krisis air bersih. Pembangunan perumahan yang semakin banyak tidak jarang perumahan tersebut tidak diikuti dengan sistem pengelolaan air tanah yang baik dan di satu sisi tercemarnya air sungai dan tanah membuat perusahaan penyedia air bersih mengalami kesulitan mencari bahan baku pembuatan air bersih.

Apa yang sebaiknya yang kita lakukan sebagai mahkluk yang paling mulia dan berakal agar krisis ini tidak berkepanjangan dan berlarut-larut? Mungkin sebaiknya kita bisa:
1. menghemat penggunaan air
2. memanfaatkan air bekas (cucian beras, daging, sayur dll untuk menyiram tanaman dan bekas cucian pakaian untuk membersihkan kamar mandi atau motor)
3. mengolah kembali air limbah rumah tangga atau industri.
4. mengubah kebiasaan buruk agar tidak membuang sampah sembarangan.
5. stop pembalakan hutan liar.

Iklan