lorenzo-gp-jepangAwan gelap bernama cedera mengganggu debut mengesankan Jorge Lorenzo musim lalu. Realita ini mungkin perlu diingatkan lagi ke Lorenzo, karena di seri berikutnya dia malah siap ambil resiko. Tak takut cedera lagi?

Musim lalu Lorenzo menjadi runner-up di Losail yang jadi seri pembuka, disusul dengan tempat ketiga di Jerez, dan bahkan jadi juara di Estoril. Seperti tahun lalu, Lorenzo pun memulai musim 2009 ini dengan menjanjikan.

Saat ini, saat sudah dua seri terlewati –Losail dan Motegi– Lorenzo mampu finis di posisi ketiga pada seri pertama, disusul kemudian jadi juara di Jepang, Minggu (26/4/2009).

Dengan torehan di dua seri awal tersebut si pembalap Yamaha meraup 41 poin dan berhak memuncaki klasemen sementara pembalap. Lorenzo dikuntit ketat juara bertahan Valentino Rossi yang punya satu poin lebih sedikit.

Di balapan terakhir, Lorenzo bahkan naik ke tahta juara usai memenangi duel lawan Rossi. Rekan satu timnya sendiri itu Lorenzo buntuti sebelum akhirnya dilewati setelah beberapa percobaan.

Dengan aksi Lorenzo, jelas menarik melihat bagaimana sepak terjangnya di seri-seri mendatang. Bukan tak mungkin Lorenzo terus ngebut dengan cepat, jadi kandidat kuat juara dunia, atau bahkan merebutnya dari tangan Rossi.

Dengan catatan: hantu bernama cedera tak lagi datang mengakrabi Lorenzo.

Faktanya, setelah tiga seri tak pernah absen naik podium musim lalu, performa rider Spanyol berusia 21 tahun itu relatif menurun karena terganggu cedera usai mengalami kecelakaan pada seri keempat di China. Cedera lantas juga beberapa kali mendera.

Akan tetapi, boleh jadi trauma cedera yang bikin performa menurun itu sudah luntur dari benak Lorenzo. Simak saja pernyataan Rookie Terbaik musim 2008 itu menyoal seri berikutnya di Spanyol pada akhir pekan depan.

“Jerez selalu seperti pesta, orang-orang selalu mendorong para pembalap Spanyol jadi saya pikir mungkin kami akan mengambil sejumlah resiko untuk berusaha menang,” aku Lorenzo di BBC.

Dengan kalimat tersebut, Lorenzo terkesan enggan mengecewakan publik negerinya sendiri sampai-sampai siap memaksakan diri. Masalahnya, bagaimana kalau resiko yang dia ambil nanti malah bikin dirinya terpuruk cedera seperti musim lalu?

“Kalau tak bisa (menang), kami hanya akan mencoba finis sebaik mungkin,” ucap Lorenzo seperti hendak menenangkan.

Iklan