rumput1Jika kita selalu menoleh entah itu ke kanan, ke kiri atau ke belakang, pasti kita selalu menemukan ada yang kurang dalam diri kita, lalu yang terjadi rasa iri maupun dengki pasti berkecamuk di otak dan hati kita, rasa tidak puas apa yang sudah kita miliki dan rasa ingin selalu memiliki segalanya tidak bisa kita pungkiri. Kita hanyalah manusia, ,mahkluk yang tidak pernah merasa puas, mahkluk ciptaan Allah yang penuh dengan lupa dan dosa.

Ada sebuah istilah “rumput tetangga lebih hijau”, istilah ini muncul karena kita selalu membandingkan hidup kita dengan hidup tetangga kita, yang terlihat hijau, namun di balik dan di dalam kehijauan itu mungkin saja tak sehijau pandangan dan bayangan kita. Kita boleh saja iri terhadap orang lain, itu sudah manusiawi, tetapi alangkah indahnya jika iri kita itu bersifat positif, artinya iri yang mendatangkan manfaat bagi diri kita sendiri maupun bagi diri orang lain, yaitu dalam beramal, baik amal ibadah maupun amal jari’yah, contohnya: jika kita sering melihat orang lain ataupun tetangga kita hampir setiap saat melakukan amal ibadah ataupun jari’yah, kita malah dianjurkan iri, iri dalam arti, kenapa kita tidak bisa seperti dia? Di dalam hati haruslah ada niat dan tekad dalam melebihi apa yang sudah dilakukan orang lain atau pun tetangga kita. Tetapi satu hal yang patut diingat jauhilah sifat riya’, karena dengan sifat itu, amal ibadah apa pun yang kita lakukan akan sia-sia di sisi Allah.

Jadi, intinya hindarkan sifat yang mengatasnamakan “rumput tetangga lebih hijau”. Jika sifat itu selalu kita tanam dan dipupuk dalam hati, maka akan dapat menyiksa diri kita sendiri, “siapa yang menanam dia yang menuai”. Maka, tanamkanlah sifat qanaah, syukuri atas semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita, Insya Allah akan berkah.

Iklan