Saya memang bukan seorang ahli obat, jadi pemahaman tentang berbagai obat otomatis tidak terlalu paham, untuk penyakit ini obatnya harus apa dan untuk penyakit itu obatnya mesti apa. Membingungkan memang, jika kita awam dalam mendeteksi suatu penyakit dan bagaimana penyembuhannya dengan obat. Jadi, belajar dan belajarlah walaupun hanya bisa kita pahami kurang lebih 30%, karena prosentase tingkat pemahaman kita terhadapa penyakita dan obat akan terus meningkat jika mau untuk belajar. Belajarlah dari media cetak, media elektronik, buku, majalah, orang lain maupun pengalaman pribadi kita dan masih banyak lagi sumber yang dapat kita pelajari dan pahami sehingga pemahaman terhadap obat akan dapat kita atasi. Pepatah bijak mengatakan “mencegah lebih baik dari mengobati”, kita selalu menginginkan sehat, tetapi kalau penyakit sudah datang, maka seperti jelangkung, dateng tak diundang pergi tak dianter. Jadi inget jangan suka maen-maen jelangkung….hehehe….jadi ke misteri nich….hehehe….

Ada 2 jenis obat yang kita ketahui dah banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita, yaitu: obat medis dan obat tradisional.
Pemahaman terhadap kedua obat ini masing-masing saling mendominasi, istilahnya seimbang 50:50, ketika obat secara medis tidak “mempan”, maka berlanjut pada obat tradisional, begitu pun sebaliknya. Dan ada pula yang loyal terhadap obat medis dan ada pula yang loyal terhadap obat tradisional.

Jika ditilik dari obat tradisional, sebenarnya obat ini adalah obat yang alami dan aman, karena tidak tercampur dengan hal-hal bersifat kimia. Namun banyak sebagian masyarakat yang juga awam nama, bentuk, fungsi dan komposisi seperti apa dan bagaimana obat tradisional yang dapat menyembuhkan penyakit tertentu, alih-alih karena awam, kembalilah pada obat medis sebagai pilihan sebagian masyarakat.

Kedua-duanya, baik obat medis maupun tradisional sebenarnya obat-obat yang aman tergantung dari dosis dan cara pemakaiannya. Apa yang menjadi pilihan utama kita? Apakah obat medis atau obat tradisional?

Saya sebagai orang muslim, hanya ikhtiar dan berdoa kepada Sang Khalik. Allah lah yang menciptakan sakit dan Allah pula lah yang menciptakan obatnya….jadi sebenarnya semua penyakit mesti ada obatnya, tinggal kembali pada manusianya bagaimana dia mau berusaha dan berdoa.
Wallahu a’lam

Iklan