Sidang banding FIA di Paris, Prancis mengenai protes-protes yang dilayangkan tim-tim Formula 1 kepada Brawn GP, Toyota dan Williams soal penggunaan diffuser akhirnya menghasilkan keputusan, bahwa mobil-mobil yang dipertanyakan masih sesuai dengan regulasi yang diterapkan sehingga, tidak ada revisi hasil dari 2 lomba pertama yang telah diselenggarakan.

Dengan keputusan ini, kemungkinan tim-tim besar lain akan mengikuti jejak dan ikut meniru menggunakan desain double decker diffuser yang sebelumnya telah digunakan oleh Brawn GP, Toyota dan Williams.

BMW-Sauber merupakan salah satu tim yang mengaku sedang menyiapkan komponen itu, tetapi masalahnya untuk mengembangkan dan memasang desain baru pada mobil yang sudah ada tidaklah mudah hal ini, akan mempengaruhi seluruh konsep aerodinamika mobil, maka akan butuh banyak pekerjaan yang mesti dilakukan dan akan makin banyak memakan biaya untuk merubah semua itu, lagi pula blm tentu ada jaminan bahwa desain baru nanti akan bisa langsung mendongkrak performa mobil, karena hal ini membutuhkan lebih banyak uji coba-uji coba yang harus dilakukan sebelum benar-benar turun lomba.

Apa itu diffuser?

Diffuser Brawn-Mercedez

Diffuser Brawn-Mercedez

Difusser adalah bagian bersirip di bagian buritan mobil Formula 1, dibelakang as roda. Fungsinya mengolah angin yang lewat dari bawah mobil, menghasilkan down force untuk membantu membuat mobil lebih lengket pada aspal. Peran diffuser ini tergolong besar, sepenting sayap depan dan belakang. Karena itu, untuk mengurangi kecepatan mobil, bagian ini sering mendapat pembatasan tambahan dari FIA, termasuk untuk musim 2009. Menurut aturan 2009, dimensi diffuser tidak boleh lebih dari: lebar 80cm, tinggi 17,5cm dan panjang (dalam) 35cm. Terjemahan harfiahnya seperti yang terlihat pada diffuser mobil Red Bull dan kebanyakan mobil-mobil Formula 1 lainnya.

Ada celah dalam buku aturan 2009, Brawn, Toyota dan Williams mengeksploitasinya. Lantai mobil Formula 1 tidaklah rata (flat), melainkan stepped bottom dengan balok kayu di bagian tengah. Kalo dilihat dari belakang, seperti huruf “U”, bagian tengah lebih tebal atau rendah dari bagian samping. Karena itu, Brawn dkk merancang berdasarkan bentuk lantai tersebut, bagian kanan dan kiri sesuai dimensi atura, tapi pada bagian tengahnya, memanfaatkan selisih tinggi yang diakibatkan oleh stepped bottom”. Celah itu di padu dengan komponen lain di bagian tengah, menghasilkan bentuk diffuser yang berbeda, dengan volume lebih besar dan mengahasilkan downforce lebih banyak. Sebutannya double decker alias bertumpuk, karena mengikuti dua ketinggian yang berbeda. Pada kasus Brawn, bentuknya melengkung di tengah, sedangkan pada Toyota dan Williams seperti pagar yang lebih tinggi.