Barang yang satu ini tidak akan pernah aku lupakan untuk mampir di mulut pada saat saya akan berolahraga, khususnya sepakbola. Pemilihan barang ini yang untuk dikonsumsi hanyalah berdasarkan pada tingkat rasa dahaga saja saat bermain bola. Mengunyah permen karet adalah hal yang sangat penting yang harus ada untuk menemani saya sebagai pemicu semangat (doping) dan penghilang rasa dahaga yang amat teramat sangat menyengat.

Suatu ketika saat hendak sepakbola saya lupa untuk membeli terlebih dahulu permen karet, karena pertandingan sudah dimulai, dan sudah kebelet mau main, akhirnya saya batalkan untuk membeli barang tersebut. Kira-kira setelah 20 – 25 menit berada di tengah lapangan, tenggorakan rasanya seperti kering dan ada suatu yang menyumbat jika saya menelan ludah, alih-alih mau dikeluarkan sesuatu yang menyumbat, eh…malah mual-mual dan pengen muntah, beberapa kali saya merasakan hal tersebut, karena ga tahan saya lari kepinggir lapangan untuk minum, tapi tetap saja mual-mual dan pengen muntah masih saja berlanjut tatkala saya ingin mengeluarkan “sesuatu” yang ada ditenggorakan ini.

Pada saat jeda waktu, saya menanyakan teman saya satu-persatu, apa ada yang bawa permen karet? akhirnya ada salah satu seorang teman yang membawa doping saya, dewa penyelamat datang. Jeda waktu selesai, kami memasuki lapangan untuk melanjutkan pertandingan ini, mual-mual dan pengen muntah………SIAPA TAKUT..!!

Setelah kejadian itu, maka permen karet adalah suatu yang sangat istimewa, dia adalah belahan hati saya saat bersepakbola ria, namun setelah bersepakbola ria, kau akan segera kucampakkan..ha..ha..ha begitu kejam diri ini…”habis manis sepah dibuang”, bukan maksudku untuk melupakanmu permen karet….ketika waktu bersepakbola ria lagi, kau adalah segalanya bagiku.

Iklan