Banyak sekali yang bisa kita rasakan manfaat dan keistimewaan dari puasa yang kita jalankan. Mukjizat dari puasa benar-benar saya alami 5 tahun yang lalu, entah apa ini hanya kebetulan saja atau memang karunia dan mukjizat dari Allah SWT.

Kejadiannya terjadi saat bulan ramadhan tahun 2004. 5 hari pertama ramadhan, saya beserta 1 teman kost saya selalu menyantap mie ayam dan 1 botol teh dingin pada saat berbuka puasa, berturut-turut selalu berbuka dengan menu yang sama. Selama 5 hari itu kami masih merasa sehat wal’afiat, ga ada gejala-gejala yang mengkhawatirkan pada kesehatan kami, namun setelah hari ke-6 ramadhan, aneh tapi nyata kami berdua sama-sama jatuh sakit, dengan keluhan yang sama pula. Pada sore harinya teman saya berobat ke dokter di RS, sedangkan saya tidak, karena penyakit ini masih dapat saya tahan, puasa pun masih lanjut walaupun hati ini dah sangat berharap untuk segera berbuka. Akhirnya, Alhamdulillah saya dapat bertahan hingga waktu berbuka tiba, namun teman saya itu sudah membatalkan puasanya sejak dari siang. Setelah berbuka saya minta obat kepada tmn saya yg sama-sama sedang sakit itu, karena kondisi kesehatan saya belum juga membaik, buat jaga-jaga dulu sementara, jika besok tetap ga ada perubahan baru tak periksain ke dokter. Setelah sholat isya, ga terawih dulu, saya langsung tidur, berharap saat sahur nanti sudah lebih membaik. Namun, saat sahur menjelang kondisi saya tetap tidak ada perubahan, tapi niat Lillahi Ta’ala telah saya sematkan di jiwa, semata-mata karena Allah, semoga dengan ini kesehatan saya cepat membaik. Saya bertanya pada teman saya yg sdg sakit itu, apa mau berpuasa atau tidak? tapi dia menjawab tidak berpuasa dulu hari ini. Ga ada firasat atau pun pikiran apa-apa saat itu, kemudian setelah sholat subuh, saya kembali tidur.

Kira-kira jam 7 atau 8 (sy lupa), ketika bangun tidur saya merasakan enakan pada badan saya, dah ga panas + nggreges lagi. Alhamdulillah saat itu saya panjatkan kehadirat Allah atas kenikmatan sehat yang telah diberikan kepada saya untuk tetap berpuasa 1 bulan penuh dengan kesehatan yang saya harapkan.

Yang mengejutkan, ternyata teman saya yang sama-sama sakit itu, pulang mudik yang dianter teman kost lainnya. Selama lebih 1 minggu dia baru kembali ke kost, yang didiagnosis terkena typus.

Kembali pada awal cerita saya, apa semua ini yang dinamakan mukjizat puasa? ketika ada 2 orang yang sama-sama sakit secara berbarengan, dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sama, dan dengan meminum obat yang sama pula, namun yang satu tetap berpuasa dan yang satu tidak berpuasa, yang cepat diberi kesembuhan oleh Allah adalah orang yang berpuasa. Penalaran ini baru saya sadari setelah 6 bulan kemudian. Bagaimana penalaran menurut para pembaca yang budiman?

Iklan