Pada hari minggu (5/4) Korea Utara meluncurkan roket jarak jauhnya dari landasan Musudan-ri yang kemudian disinyalir roket tersebut melintas di atas wilayah laut Jepang.

Peluncuran roket tersebut, kemudian mendapat kecaman dari pihak internasional, tak terkecuali Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan mengecam keras aksi Korea Utara itu.

Peluncuran roket yang bernama Unha-2 memiliki rudal taepodong-2 yang berhulu ledak nuklir yang dapat menjangkau hingga wilayah alaska dan hawaii.

Kantor berita Korea utara, KNCA melaporkan, bahwa roketnya telah berhasil membawa satelit ke orbitnya, satelit yang bernama satelit komunikasi Kwangmyongsong-2, telah mengelilingi bumi dan sekarang sedang menyiarkan lagu-lagu revolusioner. Namun, militer Amerika Serikat dan Korea Selatan menyangkal semuat pemberitaan KNCA, yang menyatakan, tidak ada obyek yang memasuki orbit, mereka mencurigai peluncuran itu sebagai kedok uji coba misil jarak jauh.

Dengan kegiatan peluncuran roket tersebut, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan segera mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggelar sidang darurat untuk memberikan sanksi keras terhadap Korea Utara.

Komando wilayah utara militer Amerika Serikat, menyatakan salah satu roket Korut itu jatuh di laut Jepang dan ada pula serpihan roket yang di duga jatuh di Samudera Pasifik.